Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Paling Indonesia

[caption id="attachment_1069" align="alignleft" width="250"] Jauhar Arif, Anggota bidang kominfo PDPM Ponorogo[/caption]

Merasa paling Indonesia, begitulah kiranya suhu/tensi badan sebagian warga, negara mengakuinya sebagai penduduk negeri ini adalah Indonesia.

Ada pergerakan massif dilakukan sebagian penduduk negeri ini untuk membendung pergerakan kelompok lain supaya tidak berkembang bahkan kalau bisa mati sekalian. Kok bisa, ya bisa. Karena ini adalah Indonesia yang dibangun atas dasar demokrasi "made  in" negeri sendiri bukan orang lain.

Berbagai macam suku, ras, kelompok, golongan dan agama ada di Indonesia. Sehingga mewajibkan warga negaranya berusaha keras untuk memiliki budaya saling menghormati dan menghargai. Tak terkecuali.

Toh demikian, masih saja ada sebagian warga yang entah sengaja atau disengajakan orang lain untuk tidak mau menerima kebiasaan dan perilaku sebagian warga bangsa, kemudian melakukan perencanaan, advokasi, pergerakan, penolakan bahkan perlawanan, supaya kelompok yang dianggap oleh dirinya tidak sejalan dengannya harus dilawan dan dimatikan.

Pondasi yang dibangun pendahulu kita serasa tak terlintas dibenak mereka yang merasa paling. Pendahulu bangsa dengan susah payah menanamkan budaya saling menghargai tiba-tiba seakan meredup karena tertutup dengan ego.

Sungguh asoi memang, karena perlawanan yang mereka lakukan kadang menggunakan kekerasan dan pemaksaan kehendak.

Semoga Indonesia ini terbebas dari kelompok yang mengaku paling dan ter. Perlu keluasan pandangan dan wawasan dalam memaknai sebuah peristiwa, sehingga hati tetap dingin dan cool, tidak mudah bergejolak dan reaksioner dalam melihat kejadian.

Wal hasil kita akan menemukan Indonesia yang damai dan sentosa guyub rukun dan bahagia.

Ditulis oleh : Jauhar Arif, Anggota bidang kominfo PDPM Ponorogo

Posting Komentar untuk "Merasa Paling Indonesia"