Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAD, Pintu Gerbang Menuju Pemuda Muhammadiyah

Sabtu,4 november 2017 merupakan hari yang berbersejarah bagi seluruh peserta Baitul Arqom Dasar (BAD) yang diselenggarakan oleh PDPM Ponorogo. Bagaimana tidak, dengan mengikuti BAD, berarti mereka telah memasuki pintu gerbang menuju Pemuda Muhammadiyah. Acara ini berlangsung 4-5 November 2017 yang bertempat di aula panti asuhan Sulaiman Dahlan Plalangan Jenangan Ponorogo.

BAD, Pintu Gerbang Menuju Pemuda Muhammadiyah
Baitul Arqom kali ini diikuti oleh utusan dari PRPM, PCPM dan perwakilan pengurus PDPM se-daerah Ponorogo. "Berbicara kader tidak cukup dengan perintah jadilah kamu kader atau ikutlah ini dan itu, tetapi menjadi kader harus dengan pembinaan agar hasilnya berkualitas", tutur ketua panitia Bambang Wahrudin.

Tema yang diangkat dalam Baitul Arqom ini adalah “Membina dan Menggerakkan Dakwah menuju Masyarakat Islam Berkemajuan". 
"Dengan tema besar ini diharapkan para peserta mampu mengambil posisi sebagai pembina atau penggerak dakwah, jika tidak mampu mereka diharapkan siap untuk terbina dalam dakwah di berbagai sektor dengan kompotensi yang dimiliki", ujar ketua PDPM Ponorogo Agus Susanto. Ia juga menambahkan bahwa peran pemuda memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan yang akan datang.

Sementara itu ketua PCM Jenangan Barat ustadz Sutaji Aziz mengucapakan terimakasih atas kepercayaan PDPM Ponorogo memilih PCPM Jenangan Barat menjadi tuan rumah Baitul Arqom kali ini. Beliau juga menambahkan, bahwa dalam berdakwah itu berat dan banyak liku-liku. maka harus dijalani dengan istiqomah. Menurut beliau yang penting adalah bergerak dulu, karena bagaimanapun, organisasi itu harus dinamis. Selalu ada jalan, selalu ada solusi bagi aktifis organisasi.

Walaupun sering nomboki, menjadi aktifis Pemuda Muhammadiyah tidak akan merugi. Terakhir, dengan membaca Basmallah, Ustadz Sutaji membuka acara BAD secara resmi, diiringi dengna do'a demi kesuksesan acara.

Posting Komentar untuk "BAD, Pintu Gerbang Menuju Pemuda Muhammadiyah"