Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Idealisme sebagai Ruh Mahasiswa


Idealisme adalah ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan

Definisi yang paling tepat untuk menggambarkan idealisme mahasiswa adalah yang kedua, yaitu hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita. Mahasiswa adalah bagian masyarakat yang mempunyai banyak tanggungjawab, salah satunya yaitu agent of change. Frase 'berusaha hidup' sangat tepat untuk menggambarkan kondisi mahasiswa yang mengalami masa perubahan 'transisi'. Menjadi mahasiswa ibarat kepompong yang mempersiapkan diri menjadi kupu-kupu yang harus siap terbang kemanapun, tertiup badai, namun tetap setia mengambil madu tanpa merusak bunga tetapi membantu penyerbukan. Seperti itu juga mahasiswa, harus mempersiapkan diri untuk terjun ke dalam masyarakat, dunia kerja yang penuh dengan cobaan yang melenakan dan siap mengabdikan diri. Oleh karena itu, setiap mahasiswa harus 'berusaha hidup' menurut patokan yang dianggap sempurna. Bagaimanakah patokan yang sempurna?

Idealisme Merupakan Culture Perguruan Tinggi

Idealisme senantiasa dinomor satukan oleh kebanyakan mahasiswa. Di setiap perguruan tinggi, baik negeri, swasta ataupun kedinasan selalu terdapat perkumpulan mahasiswa yang memperjuangkan aturan-aturan dalam kehidupan. Mereka meneriakkan kebenaran yang sesuai aturan. Yang menjadi permasalahan adalah sudah tepatkah aturan yang mereka perjuangkan? Dan bagaimana cara mereka mengungkapkan perjuangannya

Oleh karena itu, mahasiswa sebagai seorang intelektual harus belajar untuk menentukan sikap. Terutama dalam memilih aturan yang harus mereka gunakan sebagai patokan. Masyarakat juga sudah terlanjur percaya bahwa mahasiswa mempunyai kekuatan untuk menegakkan kepentingan umum. Masih ingatkah peristiwa 1998? Sekali lagi idealisme mahasiswa ikut berperan didalamnya.

Idealisme sebagai Modal Sosial

Idealisme mahasiswa adalah 'control' baik bagi diri mahasiswa itu sendiri ataupun masyarakat. Setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan tidak luput dari pengawasan mahasiswa. Sehingga tidak mengherankan, ketika muncul masalah, mahasiswa selalu berada di garda terdepan. Beberapa bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau gabungan beberapa perguruan tinggi.

Lunturnya Idealisme, Rusaknya Moral Bangsa

Mahasiswa yang idealis sering mendapatkan gelar sosial sebagai aktivis, padahal tidak sepenuhnya demikian. Idealisme dapat saja tidak perlu diungkapkan, tapi cukup menjadi kontrol bagi diri sendiri. Hal ini penting, karena dalam bermasyarakat sangat banyak cobaan yang menggiurkan. Kalau mahasiswa tidak mempunyai selfcontrol 'idealisme', maka dengan mudahnya mereka akan berbuat yang merugikan masyarakat. Bertindak untuk kepentingan pribadi.

Namun bukan jaminan ketika mahasiswa sangat idealis, kemudian di dunia kerja mereka akan baik-baik saja. Sebagai contohnya, ketika masih menjadi mahasiswa berbondong-bondong menuju ke jalan, meneriakkan 'anti korupsi' tetapi kenyataannya hawa pekerjaan telah melunturkan idealismenya. Kadang kita dapati dalam masyarakat, seorang yang tadinya aktivis kampus, aksi dimana-mana selalu ikut serta, karir politik menanjak tetapi ternyata terjungkal karena kasus korupsi. Lalu apa yang salah?

Sekarang banyak mahasiswa yang kurang tepat dalam mengungkapkan idealismenya. Banyak aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan. Padahal seharusnya kegiatan ini menjadi media komunikasi mahasiswa sebagai agent of social control dengan pemerintah yang memegang kebijakan. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap sang iron stock menjadi luntur. Bahkan sering kita dengar terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan masyarakat, atau mahasiswa dengan LSM.

Ternyata banyak mahasiswa yang melupakan hal penting dibalik kesuksesannya menjunjung idealisme. Spiritualitas, kecerdasan spiritual yang berakar dari nilai-nilai agama. Hal inilah yang harus tetap melandasi perjuangan mahasiswa dalam mempertahankan idealisme. Baik saat menjadi mahasiswa maupun ketika sudah berada di tengah masyarakat. Sebagai pemimpin atau bawahan, pejabat maupun rakyat tetap harus memiliki kecerdasan spiritual sebagai penjaga akan utuhnya idealisme, seperti ketika masih menjadi mahasiswa.

Jadi, alangkah baiknya seorang mahasiswa yang mampu menjaga idealisme dan juga cerdas secara spiritual.

Penulis : Darmanto Saputro, sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ponorogo.

Editor : red/mts.

Redaksi hanya melakukan edit pada tata letak

Posting Komentar untuk "Idealisme sebagai Ruh Mahasiswa"