Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Upaya LAZISMU Ngawi Mencegah Penyebaran Covid-19 di Wilayahnya

pemudamu - Akhir akhir ini maraknya terjadi penyebaran virus Corona /covid19.Virus ini awal ditemukan pada tahun 2019 di Wuhan China yang sekarang dampak sampai ke seluruh dunia.Akibat dari Dampak penyebaran virus corona/Covid19 memang luar biasa tentunya bisa menimbulkan kepanikan secara global , pembatasan sosial dalam masyarakat , menurunnya perekonomian secara global, kegiatan pembelajaran tidak berjalan dengan efektif dan juga bisa membuat perubahan politik di dalam sebuah negara.Ada beberapa upaya pencegahan covid yang bisa kita lakukan yaitu melakukan vaksin covid19 , selalu mencuci tangan, selalu memakai masker, menggunakan hand sanitizer, beraktivitas dirumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan terakhir adalah penyemprotan disinfektan di luar ataupun didalam ruangan.Namun disisi lain akibat dampak dari terjadinya virus Corona/covid19 bisa menimbulkan sisi positifnya contohnya yang dilakukan oleh salah satu organisasi beragama yang dapat menumbuhkan toleransi antar umat beragama Seperti yang dilakukan oleh salah satu organisasi beragama Islam Muhammadiyah yaitu LAZISMU atau Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah.

LAZISMU adalah lembaga zakat  nasional untuk melayani pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan  produktif dengan menggunakan zakat, infaq, wakaf dan dana filantropi lainnya  dari individu, perusahaan dan lembaga lainnya. Muhammadiyah pada tahun 2002 yang akan disahkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia menjadi lembaga nasional Amil Zakat dengan SK no. 457/21 November 2002. Dengan  berlakunya UU tentang Zakat n. 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah no. 14 Tahun 2014, dan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia n. 333 Tahun 2015. Dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 730 Tahun 2016 organisasi LAZISMU sebagai lembaga nasional amil zakat  kembali disahkan.. Pertama, fakta mengenai semakin meningkatnya kemiskinan yang terjadi di Indonesia,dan juga  kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang masih sangat rendah. Semua adalah akibat dan sekaligus disebabkan oleh lemahnya sistem keadilan sosial. Kedua, diyakini bahwa zakat dapat membantu mempromosikan keadilan sosial, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan. Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim yang terbanyak didunia, memiliki potensi yang begitu besar untuk zakat, infaq dan wakaf. Namun potensi yang ada tidak dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak berdampak signifikan terhadap penyelesaian permasalahan yang ada.

 LAZISMU memiliki 6 pilar program  yaitu  pendidikan dini, program peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mengelola berbagai program di bidang pendidikan berupa fasilitas dan biaya pendidikan yang memuaskan. pelatihan kewirausahaan Keempat, sosial, kemanusiaan pengelolaan masalah sosial yang muncul akibat ekses eksternal pada kehidupan mustahik, seperti bantuan jika terjadi bencana, pendampingan untuk orang tua dan kegiatan amal. 'wah, pilar yang menguatkan sisi spiritual dan memenuhi kebutuhan  kegiatan dakwah dengan tujuan mandiri lembaga dakwah dan dakwah. tidak menjaga keseimbangan alam.

 Dalam menjalankan program 6 pilarnya, lembaga Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ngawi melakukan kegiatan sosial kemanusiaan untuk mencegah penyebaran virus corona  di wilayahnya yang beralamat di PB Sudirman 19/12 Jrubong, Ngawi, telp 0351745705, 0816561912. Anggota Lazismu Ngawi, Ketua Dewan Syariah: Dr. Suwarto Abbas, MH. Anggota: dr. Muhsin, Muh Yunus, S.Ag. Ketua Dewan Pengawas  : Ony Anwar, ST, MH Anggota : Dr. Erfanto Teguh Wahana, MH dan Drs. Suwarno Ketua Direksi : Darsono, SH, MH Wakil Ketua : Supeno, S.Pd ,. M.M.Wakil Presiden: Dr. Ghofir Mahfud Sekretaris: Widodo, S.Pd. Wakil Sekretaris : Eko Budiono, S.Pd.

Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah ( Lazismu ) Kabupaten Ngawi melakukan kegiatan sosial kemanusiaan untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayahnya, khususnya dengan penyemprotan disinfektan di sekolah, masjid, bahkan gereja. Kegiatan ini merupakan kegiatan lintas agama yang dapat mempererat hubungan antar umat beragama. Kegiatan ini  juga merupakan salah satu implementasi dari sila ke-3 Pancasila  yaitu persatuan Indonesia. Kegiatan yang dilakukan Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ngawi merupakan salah satu dampak positif dari wabah Covid 19.

Lembaga Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ngawi melakukan penyemprotan disinfektan tampak selama dua hari, sejak 21 Maret 2021 hingga 22 Maret 2020, puluhan relawan  Lazismu Ngawi menyemprotkan cairan antiseptik disinfektan di tempat berbeda, kedua tempat ibadah. dan lembaga pendidikan. Setelah sebelumnya mensterilkan masjid, Lembaga Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ngawi berubah menjadi tempat ibadah umat Kristiani yaitu gereja covid19 di wilayah Ngawi. Lembaga Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ngawi juga membentuk tim anti corona dengan melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan wabah korona/covid 19. Muhammadiyah  Disaster Management Center (MDMC) adalah istilah bahasa Inggris untuk Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah yang menjadi salah satu unsur pendukung kepemimpinan Perhimpunan Muhammadiyah di tingkat pusat (nasional), daerah (provinsi) dan daerah (Kabupaten). ) di seluruh Indonesia, sedangkan Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi Muhammadiyah yang otonom, yang merupakan gerakan Islam, amar ma`ruf nahi munkar, berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 26 Zulhijjah 1350 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1932 Miladiyah untuk memajukan, menghimpun dan menggalang pemuda-pemuda muslim serta meningkatkan perannya sebagai Muhammadiyah.

Ada dua gereja yang disemprot disinfektan oleh tim yang dibentuk seperti biasa, yaitu Jemaat Geneng Gereja  Injili Indonesia (GSPII)  dan Kepadatan Gereja Bethel Al Masih Indonesia (KGBI)  di Dusun Klumpit, Desa Kersikan, Geneng . Pihak gereja mengapresiasi kegiatan tim yang  datang ke gerejanya untuk melakukan penyemprotan disinfektan. “Kami sangat bersyukur dalam kegiatan ini sangat membantu gereja atau tempat beribahan yang lain dari kemungkinan terpapar virus Corona,” jelas Daryono, dari Majelis Gereja KGBI. Tim Lazismu Ngawi juga menyampaikan informasi tentang bagaimana masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dengan mencuci tangan yang benar dan mengingatkan akan pentingnya ajaran agama untuk selalu hidup sehat. Disarankan agar semua sekolah di Muhammadiyah menyediakan fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah dan ditempat tempat ibadah.Juga menyediakan alat untuk mengecek suhu badan dan hand sanitizer.

Dalam keiatan ini diharapkan masyarakat  dapat menyambut dengan antusias karena dalam event ini merupakan hal yang penting juga untuk menanggulangi dari penyebaran wabah virus corona yang beredar saat ini . Semoga dengan diadakanya kegiatan ini khususnya di kabupaten ngawi  bisa aman dan sehat selalu terhindar dari virus.

Hingga saat ini virus corona menjadi pandemi yang dapat dengan mudah  menyebar bahkan secara internasional.Sebagai contoh di Jawa Timur diberitakan  jumlah pasien ditaun 2021 mencapai 1.484 orang yang tersebar diberbagai daerah di Jawa Timur.Di Indonesia sendiri jumlah pasien di taun 2021 mencapai  4,24 juta.Hingga saat ini jumlah pasien di Indonesia sudah menurun secara drastis,salah satu faktornya seperti yang dilakukan oleh organisasi LAZISMU Ngawi yang dikhususkan diwilayah Ngawi.


Penulis : Estri Jengmeli Mahasiswa DIII Keperawatan FIK Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Posting Komentar untuk "Upaya LAZISMU Ngawi Mencegah Penyebaran Covid-19 di Wilayahnya"