Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wabinar Kesehatan : GET MORE HAPPY IN TRANSITION ERA


pemudamu - Pada tanggal 31 juli 2021, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan webinar "Get More Hope In Transition". Webiner tersebut dilakukan secara daring melalui zom dan dibuka untuk umum yang mendatangkan Ibu Endang Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai "Kontribusi Mahasiswa Keperawatan dalam Pencegahan Covid" beliau mengatakan bahwasanya,

"Mahasiswa sebagai golongan orang terpelajar memiliki banyak peran yang bisa mereka lakukan. Peran tersebut diantaranya sebagai agent of change dan social of control. Mahasiswa juga bisa menjadi golongan yang membantu dalam proses penangana Covid-19 terutama bagi mahasiswa keperawatan. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan tindakan promotif dan preventif kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang baik terkait keadaan pandemi saat ini. Partisipasi  yang diberikan mahasiswa keperawatan ini sedikit banyaknya akan dapat meringankan beban para perawat. Selain itu, mahasiswa keperawatan juga bisa merasakan perjuangan profesinya yang saat ini berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19, ujar beliau" (Sabtu,31/7)

Lalu ada Ibu Lis Suwarni, SST, M.Kes. yg menjelaskan tentang "Peran bidan bagi ibu hamil dalam menangani kesehatan mental di Tengah Pandemi Covid-19", beliau mengatakan

"di tengah pandemik COVID-19 saat ini, kesehatan ibu hamil harus benar-benar terjaga baik itu dari asupan yang dimakan sehari-hari hingga kehigienisan makanan. Pola hidup sehat dan rajin cuci tangan setiap selesai beraktivitas harus selalu dipraktikkan hingga kapanpun meskipun telah melahirkan dan memiliki balita, karena sejatinya balita juga sangat rentan terhadap penularan COVID-19 sehingga edukasi terkait pencegahan penularan COVID-19 perlu diberikan secara tepat dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.

Tak hanya sampai disitu para bidan juga harus mampu menginfokan bahwa kunjungan ibu hamil pada saat pandemik sebaiknya dikurangi selama tidak ada gejala darurat. Hal ini diperuntukkan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang memang sangat berbahaya bagi ibu hamil dan menyusi karena kondisi kesehatannya dikhawatirkan sangat rentan tertular. Bahkan saat ini para ibu hamil diwajibkan untuk mengikuti Rapid tes pada saat melahirkan. Di sinilah tugas seorang bidan mampu menyampaikan informasi dengan tepat dan membantu para ibu mengikuti rapid tes dengan kondisi yang nyaman dan tenang" (Sabtu,31/7)

Dan yang terakhir Dr Tirta sebagai "Influencer Relawan Covid-19" dr Tirta dalam penjelasannya mengatakan, "komunitas punya peran besar terkait penanganan Covid-19.  Seperti memberikan informasi mengenai data warga yang isolasi mandiri kepada RT/RW atau puskesmas di daerah masing-masing. Komunitas juga bisa membantu petugas dalam melakukan pendataan dan melaporkannya kepada satgas Covid-19 di masing-masing daerah, sehingga dapat segera direspon.

Yang lebih penting lagi, lanjut dokter jebolan UGM ini, komunitas ikut berperan dalam memerangi berbagai hoax yang banyak bermunculan di masyarakat. Banyaknya informasi yang tidak berdasar tentang covid-19, yang disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak berkompeten, ikut memperparah pemahaman dan proses edukasi mengenai Covid.

"Sebelum memberikan edukasi, setiap anggota komunitas harus mengedukasi dirinya terlebih dahulu, keluarga dan baru lingkungannya. Jangan koar-koar jika anda atau keluarga tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19," lanjut dr Tirta.

Penulis : Nanda Wati mahasiswa D3 Keperawatan FIK Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Posting Komentar untuk "Wabinar Kesehatan : GET MORE HAPPY IN TRANSITION ERA"