Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku Pilih UMS Untuk Singgah, Sisi lain Muktamar 48 Solo

Bukan kemegahannya yang langsung terlihat dari kejauhan karena gedung tingginya, bukan juga karena dekat dengan Stadion Manahan tempat yang aku tuju saat itu, sabtu 19/11/2022, saat aku berharap bisa bergabung dengan penggembira Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo.

Namun ketertarikanku malam itu setelah kedinginan oleh guyuran hujan disepanjang jalan disebabkan oleh berita tentang bakso gratis yang disediakan oleh PWM Jawa Timur saat Muktamar. Namun alangkah agak kecewanya ketika sampai di gerbang masuk kampus.

Mau apa mas ? tanya satpam ketika mencegat saya masuk di gerbang depan. 
" Maku mbakso pak " jawab saya dengan lugu.

"Wah, baksonya sudah habis mas, sudah sejak siang tadi ", jawab satpam dengan santai.

Seketika itu bayangan tentang bakso gratis sudah melayang hilang. Rasa dinginpun masih saja menyengat di kulit. Namun sedikit lebih tenang ketika masuk ke tempat parkir dan istirahat di lokasi kantin yang sudah tutup. Meskipun hanya ada kursi panjang dan meja. Namun rasanya lebih tenang daripada di jalan yang masih saja di guyur hujan gerimis.

Sejenak saat berkeliling kampus, aku tanya seorang yang terlihat seperti mahasiswa. Penampilannya dengna rambut semi gondrong dan duduk di bawah sambil asyik main game online, sudah mencadi cukup bukti bahwa anak ini adalah mahasiswa. Entah darimana kesimpulan ini muncul.

" Diantara wifi-wifi ini passwordnya apa mas ", tanyaku sambil menunjukkan banyak sekali pilhan signal wifi di smartphone.

" Ini pak, passwordnya ums.wifi ", jawab mahasiswa itu dengan cepat.

Wifi dengan kecepatan tinggi inilah yang membuat aku malam itu memutuskan untuk singgah hingga esok pagi. Entah apa sebabnya wifi menjadi daya tarik sendiri bagi saya, yang rupanya jurnalis senior saya yang waktu itu boncengan naik motor bersama juga merasakan hal yang sama.

Hal ini semakin menjadi daya tarik tersendiri setelah usai gelaran pembukaan Muktamar 48 di stadion manahan karena kenyataanya di area stadion tidak ada wifi yang gratis yang memiliki kecepatan tinggi.

Usai ikut pembukaan Muktamar pun kami putuskan untuk kemabli singgal di UMS, demi wifi. 

Lucu juga sebenarnya, namun inilah kenyataannya. Paket pulsa data yang sebenarnya harganya terjangkau menjadi tidak semenarik wifi gratis dengan speed tinggi. 

Bagi tukang sebar informasi ini memang menjadi makanan pokok yang wajib dimiliki di era online. Termasuk gelaran Muktamar itu sendiri, tentu saja tanpa koneksi internet yang stabil tidak akan bisa dinikmati live streamingnya oleh warga yang tidak sempat mendatangi Stadion Manahan.

Aku pilih engkau UMS, karena speed wifi mu bagus. [penggembira muktamar 48 solo]

Posting Komentar untuk "Aku Pilih UMS Untuk Singgah, Sisi lain Muktamar 48 Solo"