Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebelet pipis pak tentara, Kodim mendadak sibuk saat Muktamar 48

penggembira muktamar 48 geruduk kodim 0735

Solo, sisi lain Muktamar 48. Entah berapa ribu jumlah jamaah Muhammadiyah yang memadati area pembukaan Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di stadion Manahan Solo kemarin sabtu 19/11/2022 rasanya sulit sekali menentukan angka pastinya. Di dalam area stadion penuh, di lingkar luar stadion penuh, di halaman luar stadion "berserakan" jamaah dari berbagai penjuru Indonesia. Ada yang berkumpul menggelar plastik yang dibeli dari penjual tikar plastik, layaknya reuni kelaurga outdoor, ada yang berdiri bercengkerama, ada yang ngobrol kesana kemari seperti hampir tidak peduli ada acara apa di dalam stadion. Yah, layaknya penggembira yang lain, pokoknya gembira dan ikut menyemarakkan suasana Muktamar.

Banyak sekali sisi-sisi lain dari gemerlap pembukaan Muktamar 48 kemarin yang membuat tiba-tiba bibir ini tersenyum dan hati ini merinding. Entah apa yang marasuki fikiran yang ternyata semua itu tetap dalam koridor gembira. Mungkin saja ini karena doktrin penggembira yang sudah tertancapkan di dalam fikiran semua penggembira, termasuk saya.

Satu hal yang cukup menyita pikiran adalah ketika saya duduk di teras parkir di area Kodim 0735 Surakarta, sembari menghela nafas panjang karena kelelahan. Letih setelah berjalan sekitar 5000 meter dari Stadion Manahan, sambil menyeruput kopi dadakan di warung kecil yang mendadak ramai oleh jamaah penggembira yang mencari makanan karena lelah, saya memperhatikan pemandangan yang cukup membuat merinding.

Hayo kesana, di lantai bawah ada, di lantai atas juga ada satu, toilet di masjid juga bisa digunakan, dibagi-bagi tempatnya biar tidak terlalu ngantri. Yang ini di sebelah juga ada ya, itu kamar mandinya warung juga bisa dipakai.

Bapak-bapak paruh baya berseragam hijau penuh wibawa itu meluangkan waktunya untuk mengarahkan para jamaah penggembira yang semakin lama semakin banyak memadati area dalam Kodim demi mencari tempat untuk "pipis". Mulai dari yang muda hingga ibu-ibu Aisyiyah yang sudah tua.

Saya sendiri sudah sejak datang beberapa menit yang lalu menahan buang air kecil, namun masih saja bisa bertahan. Awalnya hanya satu toilet di mesjid, yang saya sempat akan ikutan ngantri disana, namun saya urungkan karena terlalu banyak yang antri. akhirnya alhamdulillah bisa bertahan.

Bapak tentara itu terus saja menyambut setiap jamaah yang memasuki Kodim 0735, terus saja diarahkan seolah-olah otomatis mengerti bahwa semuanya "kebelet pipis". Dan nyatanya memang benar, hampir semua yang masuk area Kodim mencari kamar mandi.

Di sisi lain, Tentara yang lebih muda tiba-tiba berlari ke bagian belakang dan kembali lagi dengan memanggul setumpuk kursi plastik untuk di bawa ke depan gerbang Kodim, dan beberapa menit saja sudah bolak-balik bawa kursi, rupanya kursi-kursi ini di berikan kepada jamaah yang duduk-duduk di tempat seadanya, di bagian depan dekat gerbang masuk Kodim. Memang beberapa ibu-ibu aisyiyah banyak yang terlihat kelelahan meskipun dengan wajah yang tetap gembira.

Belum berhenti disitu ternyata. Hingga beberapa batang rokok habisa saya hisab bersama dengan komandan-komandan kokam yang lain dari "kulonan" yang terlihat logat bicaranya yang "ngapak", masih saja muncul aksi-aksi "heroik" lain dari prajurit negara ini.

Ketika saya putuskan untuk ikutan ke kamar mandi juga setelah suasana di area kamar mandi mulai tidak mengantri, sekita pukul 11:00 WIB tiba-tiba truk-truk TNI bergerak keluar dari kandangnya. Agak kaget awalnya, ada aapa di luar sana ?

Namun kembali merinding bulu kuduk ini ketika melihat kenyataan bahwa truk itu di gunakan untk mengantar jamaah penggembira menuju Bus nya masing-masing, yang tentu saja ada yang Bus nya di parkir terlalu jauh. Bahkan ada juga yang diantar menggunakan sepeda motor. Semuanya dilakukan oleh prajurit berbaju hijau, prajurit negara.


Mereka "legowo" area Kodim di geruduk jamaah penggembira muktamar, bahkan mereka menyambutnya dan mempersilahkan melepas lelah. Hingga di sela-sela kesibukan meraka menyambut jamaah tiba-tiba ada yang celetuh, airnya habis pak. Wah masa habis ? jawab prajurit yang lain.

Dengan cepat ada yang mengkondisikan hingga akhirnya air mengalir kembali. 

Tiba-tiba saya mengingat bagaimana dahulu jendral Sudirman disambut oleh rakyat Indonesia di berbagai daerah ketika melancarkan serangan gerilya di jaman perang kemerdekaan dahulu. Begitu dekat hubungan tentara dengan rakyat.

Kini yang saya lihat adalah pemandangan sebaliknya, ketika tentara memberikan pelayanan kepada rakyat Indonesia. Sambil memandangi kondisi ini rupanya tiba-tiba "mak siyer" mata ini kok tertutup sejanak. Yah, saking ngantuk dan lelahnya ikut-ikutan menggembirakan semarak Muktamar 48 Muhammadiyah di Solo.

Aku sadar betul, beginilah memang seharusnya bangsa ini hidup. berdampingan, saling memberikan apa yang dimiliki, ketika kita memiliki kamar mandi, maka dengan ini harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain, jika memiliki kendaraan juga harus memberikan manfaat bagi orang lain, demikian juga jika memiliki tempat maka biarlah orang lain singgah untuk melepas lelah. 

penulis

[Solo, sabtu 19/11/2022, pengembira muktamar 48 muhammadiyah aisyiyah dari Ponorogo]

Posting Komentar untuk "Kebelet pipis pak tentara, Kodim mendadak sibuk saat Muktamar 48"