Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pasukan Tempur Tanpa Mengenal Teritorial


Kado Tambahan Untuk Musywil Muhammadiyah, Suparno M Jamin

Untuk menguasai suatu negara, minimal harus memegang beberapa faktor strategis, antara lain.  :  sumber daya manusia,   pemerintahan,  sumberdaya ekonomi dan keuangan, dan media massa. Jika semua faktor tersebut sudah di bawah kendalinya berarti kekuasaan negara telah berada di tangannya..

Seorang tokoh komunis dunia, Mao Tse Tung, juga menyatakan bahwa jikalau pemerintahan, keuangan dan media massa sudah berada di bawah kekuasaannya, berarti semua sudah dalam genggamannya, dan agama di bawah telapak kakinya.

Doktrin di atas ternyata bukan sekedar doktrin. Karena jika umat Islam mau menelisik jauh kebelakang, ternyata pada jamannya Rasulullah dan para sahabat, juga berusaha untuk menguasai dan mengendalikan empat faktor tersebut.

Kemudian jika ditelusuri jauh kebelakang lagi, yaitu pada awal-awal penciptaan manusia, lebih menta'jubkan lagi. Karena pada  episode awal penciptaan manusia, ada drama satu babak yang menarasikan, adanya semacam mosi tidak percaya dari para Malaikat atas rencana penciptaan khalifah di muka bumi.

Para Malaikat mempertanyakan, apakah penciptaan Khalifah di muka bumi tersebut tidak akan menimbulkan pertumpahan darah. Bukankah kami para Malaikat, sudah tiada henti-hentinya bertasbih memuji MU dan mensucikan MU. Kemufian dijawab oleh Rabb kita,  innii a'lamu maa laa ta'lamuun. Sungguh,  AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Untuk membekali dan mempermudah Adam, a.s menjalankan fungsi awal kekhalifahannya di muka bumi, maka di informasikan dan diajarkan terlebih dahulu seluruh nama-nama benda samawi kepada Adam, a.s.

Setelah itu Allah tunjukan benda-benda tersebut kepada para Malaikat untuk disebutkan nama-namanya, kalau para Malaikat merasa lebih tahu.   Ternyata tidak satupun para Malaikat yang tahu nama-nama benda yang ditunjukan di hadapannya.

Babak berikutnya, Allah memerintahkan kepada Adam, a,s. untuk memberitahukan nama-nama benda dimaksud kepada para Malsikat, dan setelah terbukti Adam, a.s,  bisa memberitahukan seluruh nama-nama benda yang ada di hadapannya, maka Allah memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepada Adsm, a.s.  

Para Malaikat,  semuanya sujud kepada Adam a.s., kecuali IBLIS, karena sombong, dan membangga-banggakan diri atas asal usulnya. Iblis merasa lebih mulia. Lebih unggul dan terhormat daripada Adam, a.s,,  karena IBLIS diciptakan dari api,  sedangkan Adam, a.s. diciptakan dari tanah.

Itulah intisari  episode pertama, yang mengajarkan kepada umat manusia, dari generasi ke generasi, yang menginfokan barang siapa yang menguasai data dan informasi terlebih dahulu, maka mereka akan tampil sebagai pemenang (Q.2 : 30 - 39, Q.7 : 11 - 27).

Kisah ini selanjutnya diulang kembali dalam berbagai surat dan ayat, sebagai peringatan kepada umat manusia setelah generasi Adam, a.s, agar bisa dipetik hikmahnya dibalik kisah dramatik,  penciptaan Adam, a.s. sebagai khalifah pertama di muka bumi.

Berdasarkan kisah yang sungguh sangat menta'jubkan tersebut, maka jikalau umat Islam ingin tampil sebagai pemenang dalam membangun peradaban dunia,  salah satu kuncinya adalah penguasaan media dan informasi, salah satu- nya adalah TV BERITA yang jujur, obyektif, dan  imparparsial.

Berdasarkan pengalaman kami selaku koordinator lembaga (NGO) anti korupsi dan orang yang kebetulan pernah diberi amanah sebagai ketua komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan selama 10 tahun berturut-turut, ternyata media massa merupakan salah satu faktor yang signifikan dalam pemberantasan korupsi.

Apalagi bilamana merujuk  petistiwa sejarah Nabi dan Rasul, yang di- abadikan dalam berbagai surat dan ayat-ayat suci al-Qur'an, saya semakin yaqin bahwa Media Massa merupakan pasukan tempur, tanpa awak, tanpa senjata, dan bisa masuk ke jantung pertahanan lawan, setiap saat, dalam situasi kondisi apapun, dan tanpa mengenal sekat serta batas-batas teritorial atau wilayah.

Oleh karena itu agar umat Islam tidak jadi bulan-bulanan media massa  yang sekuler, hidonis dan liberalis, serta tidak jadi sasaran framing dan labeling seperti ekstremis, fondamentalis, dan  teroris,, maka saatnya persyarikatan Muhammadiyah menghadirkan TV BERITA sebagaimana tersebut di atas, apapun namanya. Tidak boleh kalah dengan Bang Abu Rizal Bakri dan Bang Surya Paloh.

Bukankah Muhammadiyah merupakan ormas yang paling kaya raya. Memiliki aset  yang nilainya ratusan trilyun rupiah. Anggotanya puluhan juta orang. Mengapa menghadirkan TV BERITA  semacam TV ONE,  KOMPAS TV,  METRO TV,  tak mampu? Penulis yaqin, persyarikatan Muhammadiyah mampu dan sangat msmpu menanggung  biaya operasionalnya

Sehubungan dengan itu, alangkah baiknya ormas Muhammadiyah mengundang Bang Rizal dan Bang Surya, untuk diajak berbincang-bincang berbagi pengalaman dalam mengelola media TV.

Akhirnya kami hanya bisa metitipkan ide dan harapan ini kepada peserta  Musywil Muhammadiyah Jawa Timur ke 16 di Ponorogo, agar berkenan memperjuangkan hadirnya TV BERITA yang bisa mendukung  da'wah amar ma'ruf, yang bisa  merambah wilayah politik kenegaraan.  Selamat MUSYWIL.......

Posting Komentar untuk "Pasukan Tempur Tanpa Mengenal Teritorial"