Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mendukung Dan Membela Pemimpin Yang Dzalim

Ilustrasi, newageleadership

Dalam sebuah hadits, kanjeng Nabi, Rasûlullâh saw  tidak mengakui umatnya yang mendukung dan membela pemimpin atau penguasa yang dzalim dan suka berdusta, sebagaimana dalam sabdanya :

«اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ،َ»

“Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kedzaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga”.  (HR. Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim).

Apa itu telaga?  Apakah setiap Nabi memiliki telaga? Ternyata berdasarkan hadits masing-masing Nabi punya telaga.Telaga yang paling indah dan istimewa adalah telaga Kanjeng Nabi, saw.

Bagi siapa yang meminum air telaga Kanjeng Nabi, saw tak akan haus selama-lamanya. Telaga tersebut  berada di padang Mahsyar sebelum para manusia melewati titian shirath. Airnya jernih tak bisa dijelaskan dengan bahasa manusia. Airnya bersumber dari telaga Kautsar yang berada di syurga atau jannah..

Berikutnya dari Abu Hisyam as-Silmi berkata, Rasulullah saw bersabda,

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka benjanji kepada kalian, kemudian mereka mengingkari janjinya. Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik atau memuji keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)

Penguasa yang dzalim akan berkolaborasi dengan sesama yg dzalim, sebagaimana yang ditegaskan dalam al-Qur'an al-Karim, sbb :

"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." ( Q. 6 : 129)

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, karena mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti (Q.3: 118).  

Ket. : hurup tebal dalam terjemahan al-Qur'an dari penulis dan ingat bahwa mulut buzzer/influencer adalah identik dengan mulut penguasa, karena dibiayai APBN/rezim penguasa)

Mereka tidak berbeda jauh dengan orang-orang munafik. Mereka menolak kebenaran dan menyerukan kemungkaran (Q.9 : 67 - 68)

Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Ikhwan dan ukhti....jika ada pemimpin-pemimpin yang lihai dan suka berdusta, tidak segan-segan menumpahkan darah, dan mendzalimi rakyatnya, antum tidak boleh berkawan dengannya, apalagi senantiasa membenarkan keputusannya. Pada hal telah terbukti suka berdusta, dan jangan mau dipakai hanya untuk nabok nyilih tangan

Rasûlullâh saw mengancam tak akan mengakui sebagai umatnya, sekalipun mereka merasa dirinya sebagai ahlus-sunnah, atau pengikut setianya,  Wa Lastu Minhu, mereka diusir dari telaga Nabi saw.

Oleh karena itu, janganlah kamu selalu membela penguasa yang suka berbuat dzalim, berdusta, suka menipu dan suka menumpahkan darah rakyatnya tanpa hak, ittaqullah....haqqa tuqatihi walaa tamuutunna illa wa antum muslimuun.

Wahai kaum muslimin dan mulimat, mu'minin dan mu'minat, apakah masih belum percaya bahwa mobil SMK itu dusta, buyback indosat itu dusta,11 trilyun di kantongnya dusta, tidak impor beras juga dusta, dst.

Sudah berulang kali al-Qur'an dan hadist sebagaimana tersebut di atas, disampaikan. Janganlah jadi orang-orang yang pura-pura tidak tahu dan ragu. Janganlah sekali-kali jadi orang-orang yang senantiasa membenarkan kedustaannya, apalagi menghalang-halangi jalan yang haq,  Nauzubillah min dzalik

Yaa Allah....yaa Rabb....., Rabb Langit dan Bumi, dan apa-apa yang ada di antara keduanya. Saksikanlah, bahwa hamba-MU telah menyampai- kan urusan ini sebagai wujud rangkaian amar ma'ruf nahi munkar.[*]

Penulis : Suparno M Jamin

 

Posting Komentar untuk "Mendukung Dan Membela Pemimpin Yang Dzalim"