Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rencana Strategis Muhammadiyah Ponorogo

rencana strategis muhammadiyah ponorogo
Rencana strategis, Ilustrasi

Perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Jawa Timur yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Ponorogo telah usai. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan juga menadapatkan respon luar biasa dari peserta maupun penggembira. Bahkan menurut Prof. Dr. Din Sayamsudin, MA. mengatakan bahwa Musyawarah Wilayah Muhamamdiyah Jawa Timur ini semaraknya seperti miniatur Muktamar Muhammadiyah. Dalam agenda MUSYWIL tersebut menetapkan 13 Pimpinan Wilayah yang di isi oleh kader-kader terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. 7 orang diantaranya adalah orang-orang yang sudah pernah menjadi pimpinan wilayah periode sebelumnya dan yang 6 orang adalah tokoh baru yang kiprahnya tidak lagi baru dalam ber-Muhammadiyah. Dari 13 anggota formatur terpilih tersebut telah bersepakat untuk Ketua Umum PWM Jawa Timur periode 2022-2027 adalah DR. dr. Sukadiono, MM. 

Dinamika yang terjadi dari pra Musywil sampai pasca Musywil merupakan proses pendewasaan organisasi dan penegasan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang sudah berkiprah jauh sebelum negara ini merdeka. Proses dukung mendukung calon pimpinan sehingga memunculkan paket nama 13 orang menjadi issue menarik selama perhelatan Musywil ini dilaksanakan. Disini penulis hanya menyakini satu hal, bahwa semua orang yang terlibat dalam agenda Musywil ini, khususnya para peserta Muswil yang merupakan perwakilan dari daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur memiliki nafas dan spirit yang sama, yakni memajukan Muhammadiyah. Maka dari sini bisa ditarik benang merah bahwa suksesi kepemimpinan dalam Muhammadiyah bukan untuk berkuasa dan menguasai, tetapi untuk melanjutkan amal dan cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah.

Pasca Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini, diakui banyak kalangan bahwa sukses nya acara tersebut tidak bisa lepas dari kinerja Panitia Lokal Musywil PWM Jatim yang sangat membanggakan warga Ponorogo. Maka agenda Persyarikatan Muhamamdiyah selanjutnya adalah regenerasi pimpinan pada tingkat kabupaten/kota dengan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSYDA). Rencananya Musyawarah Daerah Muhammadiyah di Ponorogo tahun ini juga akan digelar. Oleh sebab itu dengan prestasi Panitia Lokal Musywil PWM Jatim yang sangat baik tersebut,maka tidak ada salahnya jika perhelatan agenda besar Muhammadiyah Ponorogo ini kepanitiaannya diamanahkan kembali kepada Panitia Lokal Musywil PWM Jatim. 

Menyambut perhelatan Musyawarah Daerah Muhammadiyah Ponorogo dalam waktu dekat, rasa-rasanya sudah mulai hangat diperbincangkan adanya pergerakan-pergerakan untuk memajukan Muhammadiyah Ponorogo. Hal tersebut juga sejalan dengan munculnya opini maupun gagasan yang bertebaran baik di media sosial maupun forum-forum ngopi. Opini yang beredar diantaranya: issue strategis untuk menyatukan AUM menjadi sebuah perusahaan yang tersentral, mengganti pimpinan yang sudah 4-5 periode di PDM dengan kader-kader muda, pengembangan cabang dan ranting sebagai garda terdepan dakwah Muhammadiyah, Menertibkan jabatan pimpinan AUM maksimal 2 periode sesuai qaidah Amal Usaha Muhammadiyah dan lain sebagainya. Apalagi Kabupaten Ponorogo adalah daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan Amal Usaha Muhamamdiyah dan menjadi sebuah kekuatan ekonomi tersendiri untuk mewarnai perekonomian yang ada di Ponorogo. Maka tidak heran jika Muhammadiyah Ponorogo memiliki amal usaha yang cukup banyak dibandingkan Muhammadiyah yang ada di kabupaten/ kota sekitarnya.

Dari sekian banyak issue yang beredar tersebut, ada yang menarik untuk penulis sampaikan sebagai bahan rencana strategis Muhammadiyah Ponorogo kedepan. Dengan adanya AUM yang begitu banyak dan sudah menggurita, maka Muhamamdiyah perlu sekiranya betul-betul konsentrasi untuk mempersiapkan kaderisasi dengan baik. Perkaderan yang dilakukan jangan lagi menggunakan paradigma lama, yakni mengandalkan organinasi otonom berjalan alamiah tanpa adanya pendampingan.   Secara teknis kaderisasi didalam ORTOM biar tetap berjalan sesuai AD/ART dan panduan sistem perkaderan yang ada, tetapi dalam proses kaderisasi tersebut haruslah dilakukan pendampingan dan maping kader. 

Rencana strategis 10 tahun kedepan paling tidak Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki target sebuah data base kader dengan segala potensi yang dibutuhkan. Sehingga ketika regenerasi pimpinan di amal usaha, PDM Ponorogo kedepan sudah memiliki kandidat rektor, kandidat direktur rumah sakit, kandidat direktur AUM ekonomi, kandidat kepala sekolah , kandidat kader politik dan lain sebagainya. Hal demikian tidak akan bisa terlaksana dengan baik jika tidak dipersiapkan mulai dari saat ini. Perencanaan kaderisasi harus dicanangkan mulai dari hulu sampai hilir. Artinya Muhamamdiyah harus mampu dan bisa mempersiapkan kaderisasi, mulai dari rekrutmen, mempersipkan kualitas SDM dengan program beasiswa kader, pembinaan Al Islam Kemuhammadiyahan, dan sampai terakhir diaspora kebeberbagai lembaga yang ada.

Sinergisitas dan kolaborasi Muhamamdiyah, Angakatan Muda Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah saat ini menjadi sebuah keniscayaan. Dimana Muhammadiyah sebagai rumah besar dan pemilik otoritas kebijakan atas apa yang ada didalamnya memiliki kepentingan agar segala sumber daya yang dimiliki persyarikatan sebesar-besarnya untuk mendukung dakwah Muhammadiyah. 

Angkatan Muda Muhammadiyah sebagai organisasi otonom sekaligus organisasi perkaderan memilik potensi anak-anak muda yang selalu siap sedia dan bergembira untuk dibina dan dipersiapkan dalam rangka mengemban misi sebagai pelopor , pelangsung, dan penyempurna gerakan Muhammadiyah. Amal Usaha Muhammadiyah dengan berbagai dinamikanya, khususnya yang memiliki potensi asset besar sudah seharusnya memiliki kewajiban untuk ikut andil dalam menyuplai materi sebagai modal proses kaderisasi. Sehingga dengan demikian maka akan terjadi siklus kebaikan jangka panjang, dimana segala usaha termasuk dana yang dikeluarkan semuanya akan Kembali untuk kepentingan Persyarikatan Muhammadiyah. [*]

Ketua Bidang Kader
Penulis : Abdul Rhosid As-Sidiq, Ketua Bidang Kader PDPM Ponorogo

Posting Komentar untuk "Rencana Strategis Muhammadiyah Ponorogo"