Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Asesmen Sebagai Pola Penempatan Kader Muhammadiyah

Ilustrasi

Ada Pertanyaan yang mendasar apakah seorang Kader Muhammadiyah perlu di tes, di ukur, di nilai tentang ke-Kaderannya?. Untuk menjawab tersebut penulis mencoba sebuah konsep pola Asesmen. Apa itu Asesmen..? Menurut (Worthen dan Sanders,1973) Assessment merupakan kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu, dalam mencari sesuatu tersebut,  juga termasuk   mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai   keberadaan suatu program serta  alternatif strategi yang diajukan untuk   mencapai   tujuan yang sudah ditentukan. Selain itu Asesmen juga di artikan serangkaian proses yang di dalamnya terdapat aktifitas tes penilaian dan evaluasi dalam rangka memperoleh gambaran yang lengkap mengenai kemampuan dan hambatan yang dimiliki, sehingga berdasarkan gambaran/data itu dapat diambil keputusan untuk menentukan seseorang itu memiliki kompetensi yang di butuhkan dan di perlukan. 

Sejalan dengan definisi di atas, perlu atau tidaknya Pola Asesmen, kita sepakat apapun polanya bahwa kader Muhammadiyah harus memiliki track record yang jelas dalam proses Ke-Kaderannya, dan mampu menunjukkan kesesuaian antara yang dilakukan dan hasil yang di peroleh  dalam menjalankan dan mengelola organisasi persyarikatan. Bilamana di hubungkan dengan penempatan seorang kader di amal usaha muhammadiyah (AUM), Asesmen dapat menjadi instrument untuk mengetahui kompetensi dan informasi yang relevan, terkait kebutuhan, di organisasi tersebut,  apakah sejalan dengan kompetensi dan amanah yang akan di terimanya,

Pola asesmen dapat menjadi salah satu alat ukur yang berhubungan dengan proses pengumpulan informasi  rekam jejak untuk tujuan pengambilan keputusan. Secara umum tujuan asesmen di lakukan untuk:

1.) Screening/penyaringan, 

2). Diagnosis /menentukan. 

3). Planning/merencanakan. 

4). Placing/Penempatan, 

5).  Grading/Penilaian, 

6). Evaluation, 

7). Prediction/memperkirakan, 

8). Guidance/pedoman. 

Perlukah Kader Muhammadiyah di Asesmen?

Potensi kader Muhammadiyah sangatlah beragam, baik jumlahnya, aktivitasnya maupun  penyebarannya, gerakan persyarikatan pada dasarnya terletak dari aktivitas potensi kader itu sendiri, sehingga gerak dan kreatifitas kader sangat mempengaruhi gerakan Persyarikatan. Secara kuantitatif jumlah kader dapat dilihat dari mereka yang terlibat dan berada di dalam suatu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), baik itu sebagai pimpinan maupun karyawan. Selain Fungsi AUM sebagai alat atau media dakwah, juga dapat digunakan sebagai media penyemaian kader yang akan menjadi penggerak Persyarikatan. Aktivitas Kader di AUM memiliki peran ganda, yaitu sebagai kader profesional yang on the track pada aturan dan tata kelola dengan target pencapaiannya, dan Kader Persyarikatan, yang tegak lurus pada pencapian tujuan Muhammadiyah, dan keduanya tidak perlu terjadi pertentang justru harus di sinergikan.

Untuk mendapatkan Kader yang baik, dapat mengunakan beberapa pola asesmen yaitu Pertama, Screening/penyaringan yaitu setiap AUM yang akan merekrut karyawan, mensyaratkan rekomendasi dari Pimpinan Ranting dan Cabang setempat. Materi seleksi meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.  

Kedua, Mengadakan kontrak amanah yaitu bersedia menjalankan komitmen dalam bekerja dan berjuang di Persyarikatan, sesuai kaidah yang ada. dan  bersedia mengundurkan diri apabila wanprestasi (tidak terbukti berprestasi, red) dalam menjalankan Amanah yang di terima.

Ketiga, memasukkan point keaktifan di persyarikatan sebagai bagaian dari isian daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, keaktifan dapat diukur dari keterlibatan dipersyariktan di tempat tinggalnya dan atau di jenjang persyarikatan lainnya. 

Gerakan Muhammadiyah, memiliki dinamisasai dan komperhensifitas dari berbagai bidang dan lini kehidupan dalam keberagamaan dan kebermasyarakatan. Untuk itu kesiapan kader sebagai generasi penerus, pelangsung dan penyempurna gerakan Persyarikatan mutlak harus sengaja dibentuk dan disiapkan seefektif mungkin, dan di rencanakan secara massif dan sistematis. Sehingga dapat di hasilkan Kader yang Sidiq, Amanah, Jujur Profesional, cerdas yang tidak hanya mencari hidup di Muhammadiyah tetapi sangup dan dapat meng-hidup-hidupi Muhammadiyah. [*] 

Penulis : Sayid Abbas


Penulis adalah :

1. Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PWM Jatim; 

2. Ketua Majelis Ekonomi & Kewirausahaan PDM Ponorogo

3. Direktur PT Surya Amanah Cendekia (SAC) Ponorogo

4. Ketua Komisi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Ponorogo

5. Dosen UNMUH Ponorogo.

Posting Komentar untuk "Asesmen Sebagai Pola Penempatan Kader Muhammadiyah"