Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketua PDM Jangan Biarkan Kader "Diopeni" Orang Lain

Ketua PDM Jangan biarkan kader muhammadiyah
Nurul Hidayati S Ag, Sekretaris PCA Jentim (foto:ist)

pemudamu.net - Harapan-harapan akan terpilihnya Pemimpin ideal yang peduli terhadap kader pada Musyawarah Daerah ( Musyda ) 11 Muhammadiyah, dan Musyda Aisyiyah Ponorogo bermunculan dari berbagai kalangan di lingkungan Ponorogo. Termasuk salah satunya dari kader Aisyiyah. Nurul Hidayati, S Ag, Sekretaris Pimpinan Cabang Aisyiyah Jenangan Timur, berharap agar ketua terpilih nanti benar-benar peduli terhadap kader.

Menurut beliau perlu ada evaluasi ulang pada proses pengkaderan di Muhammadiyah.

" Pengkaderan yg ada di Muhammadiyah saat ini perlu kita evaluasi ", kata beliau saat di hubungi melalui chat pribadi, sabtu 18/2.

Lebih lanjut Nurul berharap agar pengkaderan tidak hanya dilakukan secara formal saja namun harus ada aksi nyata dari warga Muhammadiyah. 

" Tidak hanya sekedar pengkaderan secara formal, tapi jg hrs ada bukti nyata dari masing-masing warga Muhammadiyah ", imbuh beliau.

Muhammadiyah memiliki kegiatan pengkaderan yang di laksanakan secara formal mulai dari organisasi otonom. Di Ikatan pelajar Muhammadiyah ( IPM ), pengkaderan dilakukan pada kegiatan Taruna Melati ( TM ) yang dilakukan bahkan beberapa kali dalam tiap periode kepemimpinan. Ada juga proses pengkaderan Baitul Arqom Dasar yang dilaksanakan oleh ortom Muhammadiyah yakni Pemuda Muhammadiyah. Dan masih banyak lagi kegiatan pengkaderan formal yang dilakukan baik di lingkungan Muhammadiyah maupun Aisyiyah. Kegitan ini dimaksudkan untuk menanamkan militansi kader terhadap persyarikatan Muhammadiyah.

Dari sekian banyak kader Muhammadiyah, ternyata faktanya di beberapa lembaga masih kesulitan mendapatkan kader yang mau berkhidmat di sebagian Amal Usaha Muhammadiyah ( AUM ), sebagaimana disampaikan Nurul Hidayati.

" Saya merasa saat ini kita krisis kader, terbukti beberapa kali saya rekrutmen Tenaga pendidik beberapa yang melamar tidak ada yang kader tulen Muhammadiyah ", jelas beliau yang juga Kepala Sekolah di MI Muhammadiyah 1 Simo.

Menyinggung pentingnya menjaga dan menghidupi kader, alumni UNMUH Ponorogo ini menghimbau agar Muhammadiyah tidak membiarkan kadernya di "openi" orang lain.

" Mari kita openi ( pelihara,red. ) kader kita jangan sampai di openi orang lain ", tegas beliau.

Bahkan beliau yakin, pengkaderan di Muhammadiyah akan sukses jika dilakukan secara non formal yakni di masing-masing keluarga Muhammadiyah.

" Keluarga adalah pusat pengkaderan yg utama, usul saya 1 keluarga Muhammadiyah ada 1 kader yg militan, Insyaallah akan terwujud ", pungkas beliau.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Ponorogo secara serentak akan melaksanakan Musyda di Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada 25 Februari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih Pimpinan baru di level Daerah untuk periode 2022-2027. [red]

Posting Komentar untuk "Ketua PDM Jangan Biarkan Kader "Diopeni" Orang Lain"