Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PDM Ponorogo Perlu Dipimpin Sosok "Monkey D. Luffy"

PDM Ponorogo Perlu Dipimpin Sosok "Monkey D. Luffy"
Ilustrasi

Lima tahun kedepan pasca Musyda (Musyawarah Daerah, red.) ke 11 akhir bulan nanti adalah masa pancaroba dari lebih banyak iklim dengan waktu relatif singkat tidak dapat diprediksi dan tentu belum pernah terjadi sebelumnya. Kalau pancaroba musim secara umum di Indonesia hanya 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan maret dan oktober, pancaroba non musim akan lebih banyak lagi tentu jumlahnya

Barangkali musim ber-Muhammadiyah juga akan silih berganti dengan musim lainnya sesuai kondisi pun kesempatan. Kondisi pemilu misalnya, atau kondisi pemilihan-pemilihan lainnya termasuk pemilihan ketua pucuk pimpinan Amal Usaha. Amal usaha pribadi bukan Milik Muhammadiyah mestinya karena di Muhammadiyah apalagi di Ponorogo yang Amal Usaha nya sudah melampaui yang lainnya tentu sudah biasa dan tidak akan menjadi persoalan yang berarti. Semoga saja tidak, dan hanya asumsi atau pendapat saya saja bukan pendapatan saya

13 orang yang akan dipilih musyawirin (13 formatur yang akan dipilih pada Musyda ke 11 nanti, red.) dari seluruh penjuru kota Reyog, tentu bukan orang sembarangan yang hanya dengan 'Cap-cip-cup' dalam memilihnya. Bobot, bibit dan bebet nya harus dipertimbangkan matang-matang lalu track record nya juga. Jika sudah pernah memimpin, perlu juga digodog lagi supaya hasil nya benar-benar kaldu dengan cita rasa yang yummy, ah jadi membahas makanan berkuah efek sedang musim hujan. 

Dari 13 nama yang akan terpilih sudah barang tentu sebagian besar adalah nama-nama yang sudah dihafalkan oleh musyawirin karena memang begitu sulit menemukan nama baru apalagi dengan usia masih lebih muda, iya karena kata kuncinya menemukan bukan membuat, memunculkan atau memfigurkan. Dan memang seperti itu jenjang perkaderan kita kan, dididik di baitul arqom atau darul arqom atau taruna melati atau latihan kepemimpinan atau diklat dasar atau apalagi yang belum saya sebutkan, setelah dididik di forum 'jam-jaman' itu kemudian disebar layaknya menebar benih ditanah kosong ditengah belantara lalu menunggu hasil siapa yang tumbuh dan siapa hilang atau lagi siapa yang tumbuh karena dirawat oleh petani lain sehingga memang tidak ada niat menyiapkan dari awal sampai tuntas.

Sudah dapat diprediksi hasilnya jika 'kepener' bagus maka bidang yang dipimpin akan moncer selama masa periode nanti praktis akan terpilih lagi di musyda yang akan datang, biasanya seperti itu. Tapi kemudian jika tidak 'tepak' atau yang lebih halus salah pilih posisi maka akan seperti kata pepatah "bagaikan pohon tak berbuah" namun harus tetap dipelihatkan, setidaknya akan masih merindangi alam sekitarnya, memberikan oksigen nya kepada Muhammadiyah diponorogo. Lalu praktis musyda selanjutnya akan masih masuk daftar lagi. Begitu dan seterusnya dan seterusnya.

Ketua dari 13 pimpinan setidak-tidak nya harus memiliki pribadi Periang, Perangkul, dan pribadi lainnya tidak perlu yang paling tua justru yang lebih muda juga perlu dipertimbangkan, layak nya sosok Monkey D Luffy tokoh utama dari serial kartun One Piece yang dapat memposisikan diri sebagai yang ditengah tidak berlebihan (Otokratis) namun juga bukan terlalu bebas (Laisez Faire) seperti dikemukakan oleh Onong Effendy.

Pribadi atau sikap tersebut bukan hanya kepada 12 orang yang akan membantu mensukseskan periode kepemimpinan nya saja lebih-lebih khusus kepada Ortom, Ranting-Cabang bahkan ketua Amal Usaha sekalipun termasuk warga dan simpatisan sebagai ujung tombak gerakan dakwah.

Masih dalam serial One Piece, 12 personil lainnya layak nya para komandan kru Bajak Laut Topi Jerami harus tangguh dan 'nyampeni' tentu dengan pertimbangan dan melibatkan sang Kapten dalam mengambil keputusan sehingga kapten tetap menjadi Sosok Yonkow yang tersohor karena juga mengetahui secara rinci perihal yang dihadapi oleh para komandan kru nya.

Setidaknya 'Nyampeni' dalam permasalahan dibidang masing-masing sehingga roda-roda yang pernah macet kembali berjalan dapat bernafas lega dan tentu tujuan utama dakwah untuk ummat terus berkembang dan memunculkan tunas-tunas baru yang lebih berkwalitas sebagai penerus era baru.

Fokus nya harus pada pencapaian berupa hasil kerja dan program nya sehingga pandangan Subjektiv kepada person akan terkurangi karena barang tentu personal tersebut memiliki kopetensi dibidang masing-masing dan kekurangan disisi lainnya, itung-itung sentimen kepada personal harus sudah dihilangkan sudah bukan jamannya lagi hal tersebut ada di Muhammadiyah Ponorogo.

Jika di serial tersebut yonkow adalah rival Fastabiqul khoirot nya Marine maka lain cerita dengan Muhammadiyah Ponorogo yang sudah barang tentu akan menjadi aliansi tanpa jangka waktu bersama pemerintah untuk sama-sama berbuat 'Khoirot' memgusahakan menciptakan Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Akhirnya, saya selalu ingin membuat tulisan saya ini berlanjut ke serial 2-3 atau seterusnya namun sepertinya editor tidak mengijinkan.

Selamat ber Musyda, selamat bergembira, dan jangan lupa tagih Program Kerja dan Realisasi Program Kerja tersebut. [*]

Penulis : Joko Abadi (Relawan Muhammadiyah)

6 komentar untuk "PDM Ponorogo Perlu Dipimpin Sosok "Monkey D. Luffy""

  1. Saya sepakat dengan ini "dididik di baitul arqom atau darul arqom atau taruna melati atau latihan kepemimpinan atau diklat dasar atau apalagi yang belum saya sebutkan, setelah dididik di forum 'jam-jaman' itu kemudian disebar layaknya menebar benih ditanah kosong ditengah belantara lalu menunggu hasil siapa yang tumbuh dan siapa hilang atau lagi siapa yang tumbuh karena dirawat oleh petani lain sehingga memang tidak ada niat menyiapkan dari awal sampai tuntas." ada pemimpin AUM yang ikut diklat kader setelah tahu enaknya di AUM Muhammadiyah... Semetara para kader yang sudah mengabdikan diri dari balita dibiarkan mencari jalannya sendiri tanpa diberi wadah

    BalasHapus
  2. Wah ini, pemanasan musyda

    BalasHapus
  3. Info jadi kru mutiara dong kak

    BalasHapus