Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sukses Musyda Muhammadiyah Hindari Keterputusan Kader

Musyda 11 bukti sukses organisasi
Hamid Sulaiman ( kiri ) (foto:muhammadiyahponorogo.or.id)

pemudamu.net - Musyawarah Daerah ( Musyda ) ke 11 Muhammadiyah Ponorogo merupakan bukti kesuksesan organisasi Muhammadiyah di tingkat Kabupaten Ponorogo, hal ini disampaikan oleh Hamid Sulaiman, Kepala MTs Muhammadiyah 3 Yanggong, Jimbe Jenangan Ponorogo. 

" Musyda merupakan ajang pembuktian kesuksesan pengorganisasian sebuah permusyawaratan tertinggi persyarikatan, tertinggi di tingkat daerah ", Jelasnya saat dihubungi tim redaksi pemudamu terkait Musyda 11, sabtu 18/2.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa salah satu parameter kesuksesan sebuah organisasi adalah transformasi kepemimpinan yang menjadi penghindar keterputusan kader Pemimpin.

" Salah satu parameter kesuksesan sebuah organisasi adalah transformasi kepemimpinan, sehingga ketika terjadi pergantian kepemimpinan sudah terstruktur dan rapi maka tidak pernah terjadi keterputusan kader pemimpin ", Imbuh beliau.

Selain memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan terkait berbagai urusan di tingkat daerah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah juga memiliki kekuatan untuk mengambil langkah-langkah solutif dari berbagai problematika Muhammadiyah di seluruh wilayah kabupaten Ponorogo. Sehingga jelang musyda, warga Muhammadiyah yang aktif di lingkup organisasi pasti memiliki harapan besar sesuai dengan kepentingan-kepentingan di bidang masing-masing demi kemajuan persyarikatan, apalagi Muhammadiyah Ponorogo memiliki aset dan amal usaha yang bernilai Trilyunan rupiah.

Dari banyaknya aktifis Muhammadiyah dan masing-masing memiliki aktifitas di berbagai bidang yang tidak sama, maka menjadi hal yang lumrah jika antara aktifis yang satu dengan aktifis yang lain memiliki perbedaan pendapat terkait siapa yang pantas duduk di kursi tertinggi Muhammadiyah di Kabupaten Ponorogo. Budaya berbeda pendapat di tingkat tinggi pimpinan Muhammadiyah sudah menjadi hal yang biasa, terbukti berbagai perhelatan pemilihan pemimpin mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah jarang sekali terjadi kericuhan.

Keputusan siapa yang menjadi Ketua akan diputuskan oleh 13 formatur yang akan dipilih oleh peserta Musyawarah pada Musyda nanti. Siapapun yang telah terpilih, maka peserta Musyawarah maupun warga Muhammadiyah secara umum akan ikhlas menerima, ini sudah menjadi budaya di Muhammadiyah.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, system pemilihan pada Musyda 11 nanti menggunakan teknologi e-voting yang sebelumnya digunakan pada Musywil ke 16 Muhammadiyah Jawa Timur, desember tahun lalu.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang menjadi tuan rumah pada Musywil ke 16 Muhammadiyah Jatim tahun kemarin, kembali akan menjadi tuan rumah perhelatan Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah Ponorogo pada 25-26 Februari 2023. Panitia sedang berjibaku untuk menyiapkan Musyda dengan potensi dan sumberdaya penuh demi sukseskan pagelaran 5 tahunan di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo.[red]

Posting Komentar untuk "Sukses Musyda Muhammadiyah Hindari Keterputusan Kader"