Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Vonis Mati Sambo Bisa Buka "Kotak kardus"


Pasca vonis mati SAMBO,  berbagai komentar membanjiri jagad media. Ada dari kalangan pakar, praktisi hukum, akademisi, pengamat dan juga dari kalangan masyarakat bawah yang selama ini sangat haus keadilan, termasuk dari keluarga korban alm. Brigadir Yoshua. 

Sebagian besar komentar pro vonis mati yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim yang menyidangkan dan mengadili perkara a quo.Termasuk dari keluarga korban. Ada juga beberapa komentar yg tidak setuju dengan vonis mati tersebut. 

Terlepas dari berbagai komentar tersebut, sudah selayaknya kita mengapresiasi vonis Majelis Hakim yang diketuai oleh Wahyu Iman Santoso tersebut. 

Vonis tersebut diharapkan bisa membuka kotak kardus pandora yang penuh misteri. Kini masyarakat pencari keadilan menunggu dengan harap-harap cemas, sambil berkomat-kamit jangan sampai perkara ini hanya berhenti sampai vonis mati kaisar SAMBO . 

Masyarakat luas, khususnya para pencari keadilan, saat ini memasuki fase nyaris putus asa. Dengan vonis mati terhadap kaisar SAMBO  tersebut, telah sedikit membuka  harapan besar, bahwa kasus mega korupsi, mega mafia, dan terutama tragedi pembantaian 6 laskar FPI bisa segera dibuka kembali.  Novum atau alat bukti baru sebagai mana yang dipersyaratkan oleh Kapolri Jendral Sigit Prabowo di depan DPR-RI sudah dipenuhi. Janji adalah hutang. Hutang harus dibayar dan dilunasi.

Salah satu yang harus dikeluarkan dari kotak kardus pandora adalah keberadaan dan kelanjutan rekening bank atas nama alm. Brigadir Pol. Yoshua, Hutabarat,  sebesar 99,99 trilyun rupiah, atau seratus trilyun rupiah minus satu rupiah. 

Angka  tersebut sangat istimewa, antik, penuh misteri, mudah diingat masyarakat, dan  musti dibuka secara transparan, jujur dan adil, untuk menyelamatkan negara dan bangsa ini. Jangan hanya pandai beteriak saya PANCASILA dan NKRI HARGA MATI,  tapi di lapangan faktanya nol besar alias buuuus......  Rekening tersebut harus segera disita, diamankan dan dibedah, siapa pemilik yang sesungguhnya? Dari mana asal-usulnya? Apakah dari hasil mafia tambang, judi, narkoba, atau dari mafia perkara korupsi, dst?

Dalam kesempatan ini, kalau boleh penulis mengusulkan agar segera  dibentuk TIM  Investigasi Gabungan, yang bersifat independen. Terdiri dari ormas-ormas besar, NGO, dan tokoh-tokoh akademisi yang jujur dan kredibel. Semua bekerja di atas sumpah. Langkah pertama diawali dengan audit  SATGASSUS  yang dibentuk oleh KAPOLRI.  Dimulai dari audit kelembagaan, pendanaan, dan audit kinerja. 

Undang PPATK, pengacara korban Komaruddin Simanjuntak, para pakar money laundry, dan semua yg pihak yang terkait. Biar semua clear dan tuntas, dan tidak ada pihak yang diperlakukan tidak adil.

Kesampingkan gugon tuhon, atau imajinasi, bahwa kasus ini penuh misteri, wingit, angker, keramat, gawat keliwat-liwat, janmo moro janmo mati, atau ada yang mbahurekso, tidak akan ada yang berani mengotak atik. 

Kotak kardus pandora kuncinya sudah dipegang oleh yang berwenang untuk membongkarnya, tapi tak punya nyali. Lupa bahwa dalam kotak kardus pandora tersebut, tersimpan barang-barang berharga dan dapat menyelamatkan negara dan bangsa. Ingat saat ini negara tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Semoga vonis mati kaisar SAMBO, bisa membuka tabir yang selama ini digembok rapat-rapat dalam KOTAK KARDUS PANDORA. Mulai detik ini, semua aparat penegak hukum,  harus segera bergerak cepat. Tidak usah menunggu kaisar SAMBO bernyanyi sampai selesai. Kan hanya KOTAK KARDUS, bukan baja setebal 50 KM? 

Penulis : Suparno M Jamin, Penasehat Hukum Senior

Posting Komentar untuk "Vonis Mati Sambo Bisa Buka "Kotak kardus""