Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Abdul Rhosid, Tokoh Sregep Ngopeni Tanpo Tendensi

Abdul Rhosid, foto: aci

Abdul Rhosid alias AR merupakan salah satu kader terbaik Pemuda Muhammadiyah Ponorogo. Pemuda kelahiran asli Ponorogo dan di kader langsung orang tuanya pada gerakan Muhammadiyah secara kultural menyadarkanya untuk berproses menjadi kader Muhammadiyah tulen. 

Jalur perkaderan yang di tempuhnya tidak main - main, mulai dari IPM - IMM dan mendiaspora pada jenjang kepemudaan yakni Pemuda Muhammadiyah. 

Ada kisah menarik di balik dukungan penulis terhadap AR : saat di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, AR adalah seorang senior yg berjiwa besar, ikhlas ngopeni kader, dari latar belakang beliau yang sedikit ngempet pada saat kuliah, sehari makan hanya satu dua kali, namun tidak menyurutkan beliau dalam mengurus kader. 

Saat itu beliau menjabat sebagai Bidang Kader PC IMM Ponorogo hingga Sekretaris Umum PC IMM Ponorogo, dan di sambi kuliah yang mencari biaya sendiri dengan bekerja sebagai Penjaga Toko di Ponorogo, beliau tetap setia menemani kader - kader IMM Ponorogo untuk berproses menjadi kader - kader terbaik Muhammadiyah Ponorogo.

Selain itu pula, beliau saat menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PDPM Ponorogo ada hal yg saya catat dan tidak pernah saya lupakan. 

Begini ceritanya, saat itu beberapa Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah kebingungan mencari kader penerus, tapi AR selaku Wakil Ketua PDPM Bidang Pendidikan dan Kaderisas tidak kekurangan akal untuk mereformasi gerakan Pemuda Muhammadiyah, maka direkrutlah seluruh aset kader muda dari lintas ortom, TS, HW, IPM, IMM dan beberapa simpatisan yang bekerja di AUM. AR mengajak mereka untuk bergabung di Pemuda Muhammadiyah dengan cara diajak diskusi satu persatu dan diberikan narasi pertanyaan yg sederhana, : maukah berproses sebagai Kader Muda Muhammadiyah? Pernyataan ini tidak hanya sebatas kata - kata AR, tetapi AR selalu mengawal, membina dan ngopeni.
Yang belum bekerja di carikan pekerjaan, yang mau kuliah tidak memiliki biaya, di bantu di carikan beasiswa, bahkan yang membutuhkan jodoh dicarikannya, meskipun demikian tetap saja banyak sekali kendala teknis dalam agenda kaderisasi tersebut.  

Tetapi AR tetap saja sabar dan berkata ;" Noto uwong iku gak segampang noto boto."

Dari proses yang tidak sebentar tersebut pada akhirnya mulai nampak hasilnya dan terbentuklah beberapa Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah. 

Meskipun demikian AR tetap andap ashor, dan tidak nampak memiliki kepentingan pribadi. Jadi tulisan ini adalah sedikit ulasan penulis berpandangan bahwa AR adalah kandidat yang pantas untuk menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Ponorogo.

(Acir El-Delizen)

Posting Komentar untuk "Abdul Rhosid, Tokoh Sregep Ngopeni Tanpo Tendensi"