Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menakar Kelayakan Abdul Rhosid Menjadi Nahkoda Baru PDPM Ponorogo

Menakar Kelayakan Abdul Rosyid Menjadi Nahkoda Baru Pemuda Muhammadiyah Ponorogo
Abdul Rhosid (kiri) bersama Komandan KOKAM Ponorogo

Mendeskripsikan sosok Abdul Rhosid tidak akan pernah cukup jika dituliskan pada penggalan paragraf-paragraf singkat ini. Tapi penulis rasa perlu kiranya untuk menakar kelayakan seorang Abdul Rhosid,S.E sebagai nahkoda baru di PDPM Ponorogo kedepan.

Sosok yang memulai pengabdian di persyarikatan melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ranting Singkil  dan kemudian aktif sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ponorogo terkenal lantang dalam menyuarakan isu-isu strategis di Persyarikatan. 

Pengabdian dan komitmen untuk persyarikatan dibuktikan dalam aksi nyata dengan bersedia turun tangan dalam membina kader-kader yang masih tersesat dalam menapaki jalan hidupnya kedepan. Ketlatenan dan keuletan beliau dalam membina, dan merawat kader jarang ditemui disosok lain.
Momen MUSYDA XVII PDPM Ponorogo tahun ini menjadi momentum yang sangat krusial dalam menentukan nahkoda baru PDPM 4 tahun kedepan. Penulis menganalisis beberapa kriteria yang sekiranya layak untuk seorang Abdul Rhosid, S.E menjadi Nahkoda baru PDPM periode berikutnya.

1. Idelisme dan Integritas

Tidak diragukan lagi sebuah idealisme dan integritas seorang Abdul Rhosid untuk persyarikatan dan Pemuda Muhammadiyah. Mulai dari Ortom IPM, IMM, Pemuda sudah beliau arungi sebagai kader yang militan dan penuh dengan integritas nyata. Dalam pelbagai kesempatan yang mana penulis hadir dikesempatan itu untuk menjadi peserta pelatihan, seminar dsb, beliau selalu menekankan untuk pentingnya sebuah kaderisasi dan peran penuh Pemuda untuk Muhammadiyah kedepan, karena beliau melihat bahwa Muhammadiyah Ponorogo ini besar dan perlu disiapkan Investasi SDM yang nyata, jika bukan pemuda yang berperan siapa lagi ?. Paling tidak itulah beberapa point yang penulis tangkap dari beberapa kesempatan. Oleh karena itu Idelaisme dan Integritas untuk Muhammadiyah bagi seorang Abdul Rosyid adalah harga mati. Penulis juga teringat dalam cerita unik beliau yang waktu sekolah di MA Ma'arif beliau masih teguh dalam ajaran Muhammadiyah, ya sesederhana itu.

2. Tidak Ada Kepentingan Pribadi

Dalam kesempatan Terakhir, penulis bertanya kepada beliau, " Mau nyalon mas ?" Beliau jawab dengan tegas "Tidak". Ketidakadaan ambisi untuk maju menjadi point penting dalam ngurusi Pemuda Muhammadiyah, ya memang tidak ada bayaran sepeserpun untuk ngurusi PM. Jika tulisan ini mengarah pada beliau karena memang penulis ingin menyingkirkan awan hitam diperhelatan MUSYDA kali ini, dan penulis rasa perlu untuk memberikan opini terkait beliau yang dirasa cocok untuk menjadi nahkoda baru, terlepas kedepan beliau bersedia atau tidak. Besar harapan penulis melalui opini ini mas Rosyid bersedia jika dicalonkan menjadi calon ketua, dan akhirnya muncul fajar yang mengusir kabut hitam.

3. Kepedulian

Seorang Abdul Rosyid memiliki kepedulian dalam membina kader yang masih bimbang dalam menapaki jalan kehidupan. Salahsatu kader yang beliau bina adalah penulis sendiri, dikala penulis bimbang dalam menentukan arah dan dirasa pada waktu itu tidak punya siapa-siapa, sosok Abdul Rosyid datang untuk memberi penguatan, dan pembinaan. Sedikit banyak beliau telah memberikan angin dalam penulis menapaki kehidupan yang terus berjalan. Bukan materi tapi pembinaan mental dengan memberikan solusi-solusi kehidupan. Kepedulian yang sederhana ini perlu di miliki oleh seorang pemimpin, memahami anggota, peduli dengan kader dan mau turun tangan menyelesaikan masalah kader, sosok yang penulis jarang ditemui.

Mungkin itu yang dapat penulis sampaikan, masih banyak yang belum penulis tuliskan mengenai beliau, tapi semoga melalui tulisan ini bisa menstabilkan kebimbangan, dan menyingkirkan kabut-kabut hitam, sehingga fajar bisa terbit cerah mampu menjadi sang surya yang ditunggu, untuk menerangi, mengayomi, dan memberikan sepenggal harapan untuk menjalani hari sampai senja muncul dan terbit fajar yang baru kembali. Selalu optimis, fastabiqul Khairat.

Oleh : Lukman Hermansyah, M.Pd
 

Posting Komentar untuk "Menakar Kelayakan Abdul Rhosid Menjadi Nahkoda Baru PDPM Ponorogo"