Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Musyda XVII PDPM Ponorogo, Kembalikan Fungsi Kaderisasi Muhammadiyah

Musyda XVII PDPM Ponorogo, Kembalikan Fungsi Kaderisasi Muhammadiyah
Reyog Ponorogo ( Ilustrasi )

Perhelatan Musyda Pemuda Muhammadiyah Ponorogo tinggal menunggu hari, ide dan gagasan mulai bertebaran meramaikan kontestasi permusyawaratan. Bursa para clon mulai bermunculan, survey calon dan adu gagasan mulai di lontarkan hingga berbagai kepentingan mulai di mainkan. Sungguh dinamika yang indah dalam sebuah pergerakan. 

Namun demikian, tantangan kaderisasi pemuda Muhammadiyah kedepan tidaklah ringan, bukan sekedar banyaknya massa atau anggota saja melainkan kualitas dan keterlibatan mereka dalam gerakan dakwah di persyarikatan Muhammadiyah. Pemuda Muhamamdiyah harus mampu menempatkan posisinya sebagai wadah yang mampu menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Oleh karena itu, gerakan pemuda Muhammadiyah harus kembali menyiapkan kader-kader yang dibutuhkan oleh Muhammadiyah di masa yang akan datang, kader pejuang bukan yang mencari pekerjaan, kader dakwah bukan sekedar bermuhammadiyah. Mengembalikan gerakan pemuda Muhammadiyah kepada jatidiri asalnya adalah sebuah keniscayaan, dimana pemuda Muhammadiyah yang diharapkan adalah mereka yang memiliki tauhid yang murni, ilmu yang tinggi dan amal yang banyak.

Ketiga profil tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan, melainkan harus ditanamkan sejak dini bahwa pemuda Muhammadiyah tidak bisa lepas dari ketiga profil tersebut. 

1.    Tauhid yang Murni

Kebanyakan pemuda merasa gelisah dengan kehidupan yang menantinya, tetapi tauhid yang murni akan memberikan jalan hidup yang iundah bagi mereka. Disinilah Nampak bedanya mana pemuda Muhammadiyah yang bertauhid murni dan mana yang sekedar berkumpul dan berorganisasi.

2.    Ilmu yang Tinggi

Ilmu adalah cerminan gerakan Muhammadiyah, sudah seharusnya pemuda Muhammadiyah menyiapkan diri dengan ilmu yang tinggi agar dapat menajdi pelangsung dan penyempurna gerakan Muhammadiyah. Semangat mencari ilmu dan belajar di kalangan pemuda harus lebih digiatkan ketimbang semangat bekerja dan mencari uang. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap kehidupan di masa yang akan datang.

3.    Amal yang Banyak

Pemuda yang baik adalah mereka yang bemar beramal, menebar kebermanfaatan untuk banyak orang bukan sekedar untuk dirinya sendiri. Pemuda yang mampu menggerakkan masyarakat untuk menjadi lebih baik dan berdaya, menjadi solusi di tengah permasalahan dan menjadi motor bagi kemajuan peradaban. 

Melalui profil tersebut diharapkan pemuda Muhammadiyah Ponorogo mampu membawa kemajuan gerakan dan dakwah Islam sehingga bergembira dan bahagia menjadi pemuda Muhammadiyah.

 

Penulis : Bambang Wahrudin M Pd I, Wakil Ketua PDM Ponorogo
Penulis : Bambang Wahrudin M Pd I, Wakil Ketua PDM Ponorogo

Posting Komentar untuk "Musyda XVII PDPM Ponorogo, Kembalikan Fungsi Kaderisasi Muhammadiyah"