Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Musyda XVII PDPM Ponorogo, Antara Kepentingan Pribadi dan Misi Muhammadiyah

Musyda XVII PDPM Ponorogo, Antara Kepentingan Pribadi dan Misi Muhammadiyah
Penulis : Wahyu Adi Nugroho ( kiri )

Dalam beberapa hari lagi, Musyda ke XVII PDPM Ponorogo akan segera digelar. Banyak elemen yang mulai bersiap dan mengambil ancang-ancang untuk mewujudkan misinya di perhelatan kali ini. Tidak bisa dipungkiri banyak yang memiliki ambisi untuk turut mewarnai agenda 4 tahunan ++ tersebut. Kenapa dikatakan ++ ?, karena dalam dekade terakhir penyelenggaraan Musyda selalu molor dari periode mustinya. 

Perhelatan ini tidak lepas dari agenda-agenda yang bisa jadi syarat akan kepentingan. Dikatakan bisa jadi syarat akan kepentingan, karena penulis belum paham betul apa motif kepentingan dari pihak-pihak yang terkait. Penulis sempat membaca ada salah satu anggota group WhatsApp mengatakan dalam chatnya “Ayo diperjuangkan, banyak peluang ketika menjadi ketua, Satu periode sudah bisa dapat banyak”. Kemudian ada yang menimpali “opo to iki?” yang kemudian disahut oleh anggota group yang lain dengan jawaban “la embuh”. Ada juga yang menanyakan “contone entuk opo?” “iki oleh opo?” “sopo sing arep mbok domplengi?” dan lain-lain yang belum terjawab dengan jelas.

Karena bingung, akhirnya penulis membuka google dan mengetik pertanyaan “apa tujuan dari Pemuda Muhammadiyah” dan ternyata inilah jawabannya : Maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah adalah menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. 

Ada 3 motif yang seharusnya dijadikan tunggangan kepada siapa saja yang berminat untuk menjadi ketua dan pimpinan pemuda Muhammadiyah selanjutnya, yaitu mewujudkan kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa. Nah ini seringkali yang yang terjadi hanya konsen di kader bangsa melalui jalur politik. Bahkan dalam salah satu acara Ketua PWPM Jawa Timur pernah mengatakan “Para Pemuda Muhammadiyah itu kalau kegiatan yg sifatnya politik sangat rame dan antusias, tetapi kalau kegiatan dari bidang dakwah itu sangat sepi peminat”. Memang tidak semuanya, tetapi setidaknya mewujudkan kader umat dan persyarikatan juga harus diperhatikan. 

Dan yang terpenting dari kesemuanya itu jangan lupa kata kunci Maksud dan tujuan terakhir yaitu “dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.” Lantas apa itu tujuan dari Muhammadiyah? Kitapun sangat hafal semuanya, yaitu : Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Jadi kesimpulannya, boleh menunggangi Pemuda Muhammadiyah, asalkan tidak lepas dari maksud dan tujuannya diatas. Semoga bermanfaat. [wan]

Posting Komentar untuk "Musyda XVII PDPM Ponorogo, Antara Kepentingan Pribadi dan Misi Muhammadiyah"