Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MENYERAP ENERGI MUHAMMADIYAH, BAGI KADER AUM


Bayu Nuryanto (Ketua Bidang Kesehatan PDPM Ponorogo)


Di sadari atau tidak, bagi sebagian yang saat ini bekerja di (AUM) Amal Usaha Muhammadiyah  seperti  di PTM/PTMA, sekolah Muhammadiyah, Rumah Sakit dan Swayalan terkadang masuk menjadi warga Persyarikatan Muhammadiyah disebabkan karena ikatan kerja. Dan sesungguhnya siapapun yang berkerja di AUM, harus memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) atau berkomitmen mengurus kartu (KTAM).

Dengan kata lain, Jika saja mereka tidak bekerja di AUM, kemungkinan besar mereka tidak akan menjadi warga Muhammadiyah. Tentu, hal tersebut tidak menjadi masalah ketika menjadi Warga Persyarikatan Muhammadiyah disebabkan dirinya bekerja di AUM, selama dirinya mau berusaha belajar Al Islam Kemuhammadiyah secara perlahan-lahan. Yang akan menjadi masalah besar adalah ketika dirinya menjadi Warga Muhammadiyah tanpa mau mempelajari secara detail apa itu Muhammadiyah dan dikemudian hari menjadi pimpinan tertinggi dalam Amal Usaha Muhammadiyah. Semoga Muhammadiyah dijauhkan dari sosok pemimpin masa depan yang demikian !

Berikut cara untuk mempelajari dan mendalami Muhammadiyah bagi karyawan (AUM) Amal Usaha Muhammadiyah :

Pertama, membaca literatur terkait Muhammadiyah.

Dari literatur tersebut, kita dapat membaca dan memahami Muhammadiyah secara utuh. Karena dari banyak literatur, kita bisa menyusun informasi menjadi sebuah pengetahuan yang utuh terkait Muhammadiyah. Sehingga kita bisa mengetahui, hingga mendalami Muhammadiyah secara komprehensif.

Contoh sumber literatur seperti majalah Suara Muhammadiyah atau melalui media online Muhammadiyah Ponorogo yang di Kelola oleh Tim TMC PDM Ponorogo dan masih banyak lagi.

Kedua, aktif ikut pengajian di AUM. Setiap AUM.

Bisa dipastikan ada kegiatan pengajian. Pengajian tersebut, biasanya memang fokus untuk memberikan pemahaman kepada setiap karyawan terkait Muhammadiyah mulai dari sejarah, berislaman menurut Muhammadiyah, putusan majelis Tarjih Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Dengan dirinya rajin ikut pengajian, akan banyak pengetahuan terkait Muhammadiyah yang bisa didapatkan.

Ketiga, jika dirinya termasuk dalam usia 40 tahun ke bawah.

Bagi karyawan AUM laki-laki bisa mengikuti Baitul Arqom Dasar Pemuda Muhammadiyah dan bagi karyawan Perempuan bisa mengikuti Darul Arqom Dasar Nasiyatul Aisyiyah di Cabangnya masing masing. Demikian tersebut dapat menambah wawasan kemuhamdiyahan melewati jalur perkaderan (ORTOM) Organisasi Otonom Muhammadiyah.

Keempat, aktif di Ranting atau Cabang Muhammadiyah.

Keaktifan Warga Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting atau Cabang Muhammadiyah menjadi sebuah kewajiban. Keaktifan setiap karyawan AUM di Ranting atau Cabang Muhammadiyah esensinya akan membentuk jiwa raga dirinya menjadi Kader Muhammadiyah secara utuh. Pikiran, tindakan, dan seluruh hidupnya akan benar-benar berisikan nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang utuh dan otentik. Hal tersebut baik langsung ataupun tak langsung akan menjadikan dirinya sebagai manusia unggul di bidangnya masing-masing. Sehingga tugas apapun yang diembankan sebagai karyawan di AUM, akan dijalani dengan performat kinerja terbaik.

Post a Comment for "MENYERAP ENERGI MUHAMMADIYAH, BAGI KADER AUM"