Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MENITI JALAN TERJAL KADER AKAR RUMPUT

Oleh : Hamdan Syauqi (PCPM Bungkal)

 

Kader Berdaya

Akar rumput Muhammadiyah merupakan lapisan paling bawah di dalam persyarikatan. Mencakup lapisan warga, jamaah, dan ranting di kalangan masyarakat bawah, yang biasanya menjadi fondasi utama gerakan sosial, dakwah, dan pemberdayaan.

Di saat Muhammadiyah hari ini dikenal sebagai organisasi besar dan terkaya keempat di dunia dengan aset trilyunan, namun ternyata tidak sedikit lapisan akar rumputnya yang terbilang merana bahkan ada yang sengsara, termasuk kadernya yang hidup saja segan tapi matipun tak mau.

Kita biasa melihat amal usaha persyarikatan yang besar, gedungnya menjulang tinggi, bangunannya megah, tapi itu adanya di tingkat menengah atas. Sedangkan di tingkat akar rumput, kita disajikan pemandangan yang jauh berbeda.

Yang menjadi sumber masalahnya adalah karena adanya ketimpangan sumber “mata air” dari tinggat pusat hingga ke akar rumput. Di tingkat akar rumput, sumber “mata air” itu seringkali menjelma menjadi “air mata”.

Di sisi lain, para kader akar rumput kerap dihadapkan dengan pimpinan di tingkat cabang ataupun ranting yang kurang memperhatikan keberadaan kadernya. Kader hanya dilihat ketika organisasi membutuhkan tenaga, kepanitiaan acara, atau pengisi struktur. Tapi dibiarkan berjalan sendiri tanpa adanya pendampingan dan pengawalan.

Namun demikian, tidak sedikit kader persyarikatan di tingkat akar rumput yang dengan segala keterbatasannya di banyak hal, berusaha untuk tetap berdiri. Mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi tegaknya marwah persyarikatan.

Tak ayal ada keluarga yang harus ia tinggalkan, ada kebutuhan pribadi yang rela ia kesampingkan, bahkan ada rasa yang selalu ia kubur dalam. Baginya itu semua tidak jadi masalah karena ada nilai, amanah, serta tanggung jawab yang melekat pada dirinya yang tidak bisa ia abaikan.

Oleh karena itu, memperhatikan para kader muda persyarikatan adalah sebuah keniscayaan. Dimulai dari mengubah “air mata” menjadi “mata air” yang merata hingga ke akar rumput. Dan dengan terus mendampingi mereka dengan arahan, bimbingan, dan pengawalan.

Karena jika kita benar dalam memperhatikan dan mendidik mereka, berarti kita telah benar dalam menyiapkan sebuah kebangkitan peradaban. Dan kebangkitan itu ada di pundak para generasi muda (kader-red) persyarikatan.

Post a Comment for "MENITI JALAN TERJAL KADER AKAR RUMPUT"