AMM : Tonggak & Jantung Masa Depan Kaderisasi Muhamadiyah
Oleh : Achmad Riza Maulana, S.Pd ( Ketua PC Pemuda Muhammadiya Babadan )
Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang bersumber pada Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam konteks gerakan organisasi, muhammadiyah tentunya bergerak dan memberikan kontribusi pada bangsa dan negara melauli berbagai sektor mulai pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat dan berbagai aspek lainya. Keberlanjutan sebuah gerakan tidak pernah ditentukan oleh seberapa besar aset fisik yang dimilikinya, melainkan oleh sumber daya dan kualitas regenerasi manusia di dalamnya. Bagi Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah yang meliputi Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bukan sekadar organisasi otonom pendamping. AMM adalah tonggak utama, laboratorium, sekaligus jantung keberlangsungan kaderisasi Persyarikatan. Melalui sebuah forum bernama angkatan muda muhammadiyah inilah tentunya menjadi sebuah wadah membangun sinergi & kebersamaan demi masa depan proses kaderisasi di persyarikatan muhammadiyah. Adapun strategi dan peran penting angakatan muda muhammadiyah sebagai jantung masa depan dan keberlangsungan kaderisasi muhammadiyah antara lain :
Rantai Pasokan (Supply Chain) Kepemimpinan Berkelanjutan, AMM sebagai pondasi dalam mengatur, mengkonsep dan menyediakan alur kaderisasi yang terstruktur dan sistematis, mulai dari bangku sekolah menengah melalui IPM, dunia kampus lewat IMM, hingga fase pendewasaan dan profesionalitas di Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Rantai ini bertujuan memberikan ruang dan memastikan bahwa Muhammadiyah tidak pernah mengalami krisis figur kepemimpinan. Tanpa adanya jiwa responsive dan eksistensi dari AMM yang kokoh, tentu rantai pasokan kader akan terputus, dan berdampak pada krisis kaderisasi di persyarikatan Muhammadiyah dan berisiko kehilangan identitas serta ideologi gerakannya di masa depan.
Benteng Ideologi di Tengah Arus Disrupsi, Di era disrupsi informasi, kemajuan teknologi dan pergeseran nilai-nilai sosial, tantangan ideologis yang dihadapi generasi muda tentunya kian kompleks. Angkatan Muda Muhammadiyah tentunya memiliki peran yang urgent sebagai pondasi dan benteng penanaman ideologi islam berkemajuan dan nilai nilai bermuhammadiyah, melalui proses perkaderan formal seperti PKTM, LKD, Darul Arqam, dan Baitul Arqam. Selain itu juga memberi ruang kepada para kader untuk mengaktualisasikan bakat, minat ataupun potensi pada diri kader melaui proses perkaderan non formal seperti, membentuk komnunitas belajar, forum diskusi dan lainya sebagai sarana memberikan fasilitas kepada semua kader untuk mengembangkan segala kemampuanya. AMM juga berusaha memastikan bahwa nilai-nilai dasar perjuangan KH. Ahmad Dahlan tidak sekadar dihafal, tetapi diinternalisasi dan diaktualisasikan sesuai dengan konteks zaman.
Kawah Candradimuka Inovasi dan Tajdid, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan tajdid (pembaruan). Tempat terbaik untuk menyemaikan narasi, gagasan-gagasan baru segar yang tentunya tubuh pada diri AMM. Generasi muda di angkatan muda muhammadiyah memiliki kelincahan (agility), kepekaan dan jiwa responsive terhadap teknologi, dan pemahaman atas dinamika zaman yang lebih fleksibel. AMM juga menjadi ruang aman untuk berkontribusi, berinovasi dan bereksperimen dengan berbagai metodologi dakwah baru—mulai dari dakwah digital, isu lingkungan, hingga kewirausahaan sosial kemasyarakatan sehingga dalam persyarikatan muhammadiyah tetap relevan mengikuti arus zaman bagi Generasi Z dan Alfa di masa yang akan datang.
Penjaga Ruh dan Kualitas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Amal Usaha Muhammadiyah yang begitu besar di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial tentunya membutuhkan pengelola yang tidak hanya sebatas professional semata, tetapi juga memiliki jiwa kemuhammadiyahan yang kuat. Angkatan Muda Muhamadiyah adalah tempat dimana proses penyiapan sumber daya manusia ( SDM ) itu dipupuk untuk keberlangsungan masa depan amal usaha muhammadiyah. Sosok kader yang tumbuh yang memiliki kepekaan dan jiwa resposif yang tinggi, tentu akan mampu mengelola AUM bukan sekadar sebagai tempat bekerja semata, melainkan sebagai ladang pengabdian dan media dakwah amar ma'ruf nahi munkar.
Masa Depan
Maka begitu
sentralnya peran besar dari angakatan muda muhammadiyah sebagai tonggak
kaderisasi yang menaruh harapan dan investasi terbesar pada masa depan persyarkatan
muhammadiyah. Mengabaikan proses pembinaan dan ruang gerak bagi AMM sama saja
dengan membiarkan masa depan persyarikatan yang suram tanpa adanya cahaya yang
terang. Oleh karena itu, pimpinan persyarikatan di semua tingkatan harus
memberikan support, motivasi, dukungan penuh, kepercayaan, dan ruang aksi secara
transpanan bagi angakatan muda muhammadiyah untuk terus tumbuh, berinovasi,
bernalar kritis, berkontribusi dan memimpin keberlangsungan kaderisasi
muhammadiyah di masa depan. 
Post a Comment for "AMM : Tonggak & Jantung Masa Depan Kaderisasi Muhamadiyah"