Jadikan Musyda Ajang Silaturahmi, Bukan untuk Berjudi
Farid Adify (Ketua PCPM Jenangan Barat)
|
Musyawarah Daerah (Musyda) merupakan forum penting dalam sebuah organisasi untuk menentukan arah kebijakan, memilih kepemimpinan, serta memperkuat persatuan antaranggota. Oleh karena itu, Musyda seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi, saling bertukar gagasan, dan membangun komitmen bersama demi kemajuan organisasi.
Sayangnya, tidak jarang muncul anggapan bahwa Musyda berubah menjadi arena "perjudian politik", di mana peserta lebih sibuk menghitung peluang menang dan kalah daripada memikirkan masa depan organisasi. Praktik lobi yang berlebihan, politik transaksional, hingga saling menjatuhkan hanya akan mencederai nilai-nilai musyawarah yang menjadi dasar organisasi.
Hakikat Musyda bukanlah mencari pemenang dan pecundang, melainkan memilih pemimpin terbaik melalui proses yang jujur, adil, dan bermartabat. Siapa pun yang terpilih harus menjadi pemimpin bagi semua, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya. Sebaliknya, mereka yang belum terpilih tetap memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan mengawal jalannya organisasi.
Semangat silaturahmi harus menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan Musyda. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai memutus persaudaraan. Organisasi akan semakin kuat jika seluruh anggotanya mampu mengedepankan etika, saling menghormati, dan menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.
Mari jadikan Musyda sebagai ruang lahirnya gagasan, persatuan, dan kepemimpinan yang berintegritas. Hindari segala bentuk praktik yang menyerupai perjudian politik atau transaksi kepentingan. Dengan demikian, Musyda akan benar-benar menjadi sarana mempererat ukhuwah, memperkuat organisasi, dan menghadirkan kepemimpinan yang membawa manfaat bagi seluruh anggota.
Post a Comment for "Jadikan Musyda Ajang Silaturahmi, Bukan untuk Berjudi"