Perkokoh Konsolidasi dan Kapasitas Kader, PDPM Ponorogo Gelar Rapimda I Ponorogo Berkemajuan
![]() |
| Rapimda I |
MEDKOM – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ponorogo sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) I pada Sabtu (1/8/2026) di Resto Mu Ponorogo. Berlangsung dengan khidmat, forum strategis ini dihadiri oleh 120 peserta yang mencakup jajaran Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), serta perwakilan dari 23 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Ponorogo. Mengusung tema “Bertumbuh, Berakar, dan Berdampak”, Rapimda I ini difungsikan sebagai wadah konsolidasi internal, evaluasi, hingga penyerapan aspirasi dari tingkat kecamatan untuk merumuskan arah gerak Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan dakwah era digital.
Ketua PDPM Ponorogo, Darmanto Saputro, M.IP., menegaskan bahwa tema yang diusung merupakan arah gerakan yang wajib diwujudkan oleh setiap kader. Menurutnya, bertumbuh berarti meningkatkan kapasitas diri lewat ilmu pengetahuan dan keterampilan; berakar bermakna memperkuat penanaman ideologi Muhammadiyah; sedangkan berdampak adalah komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui karya dan pengabdian. Penguatan fondasi ini sejalan dengan pandangan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Drs. Moh. Syafrudin, M.A., yang mengaitkan tema tersebut dengan filosofi pohon yang baik dalam Al-Qur'an (QS. Ibrahim: 24–25) serta prinsip Khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat).
Sebagai bentuk perhatian terhadap aspirasi kader terkait penguatan kapasitas keilmuan, persyarikatan memberikan porsi investasi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Sekretaris PDPM Ponorogo, Abdul Rhosid, M.M., mengumumkan kabar gembira bahwa Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Manusia (MPKSDI) PDM Ponorogo telah menyiapkan alokasi beasiswa studi lanjut jenjang Magister (S2) senilai Rp200 juta untuk tahun ini. Program ini melengkapi payung beasiswa PDM Ponorogo yang membentang dari jenjang S-1 hingga S-3 demi melahirkan kader akademisi yang unggul dan berintegritas.
Kendati demikian, Abdul Rhosid menegaskan bahwa proses seleksi penerima beasiswa S2 kali ini akan diperketat berdasarkan hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Langkah ketat ini diambil untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi persyarikatan. “Kita harus memastikan tidak terjadi ‘penumpang gelap’ dalam penentuan penerima beasiswa ini,” tegas Rhosid di hadapan para peserta, menekankan pentingnya komitmen serta dedikasi calon penerima bagi Muhammadiyah, umat, dan bangsa.
Dukungan terhadap langkah strategis ini juga datang dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur. Sekretaris PWPM Jatim, Ali Zulkarnain, menilai Ponorogo sebagai salah satu episentrum pergerakan Pemuda Muhammadiyah di Jawa Timur. Mengaca pada sejarah perjuangan bangsa dan awal berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan yang dipelopori kaum muda, Ali mendorong kader-kader di Ponorogo untuk membentuk karakter pemuda negarawan—yakni kader berilmu yang mampu memberi kontribusi nyata di ruang-ruang publik strategis, termasuk dalam ranah politik dan kebijakan publik.
Melalui penyelenggaraan Rapimda I ini, PDPM Ponorogo diharapkan semakin solid dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta melahirkan gagasan-gagasan solutif. Ketua PDM Ponorogo, Drs. Moh. Syafrudin, M.A., menimpali bahwa selain forum resmi, berbagai tantangan organisasi harus terus diselesaikan lewat komunikasi, kolaborasi, dan kerja nyata di luar ruangan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memicu semangat kader Pemuda Muhammadiyah di Ponorogo untuk terus berilmu, teguh berakar pada nilai-nilai persyarikatan, serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.

Post a Comment for "Perkokoh Konsolidasi dan Kapasitas Kader, PDPM Ponorogo Gelar Rapimda I Ponorogo Berkemajuan"